CRITICAL BOOK REVIEW
PENGANTAR EKONOMI MIKRO
Dosen Pengampu :
Munzir Pohan, S.Pd. M.Si
NAMA : HAGA CREIS TENTRY
NIM : 7213250008
BISNIS DIGITAL
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Syukur puji Tuhan saya ucapkan atas berkah dan rahmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa karena saya dapat menyelesaikan tugas CBR (critical book report) ini hingga selesai dengan mata kuliah pengantar ekonomi mikro.
Penulisan pada CBR ini saya sajikan secara ringkas dan sesederhana mungkin dengan kemampuan yang saya miliki dan penyampinnya saya usahakan dengan bahasa yang singkat dan juga sederhana agar mudah di mengerti dan mudah dipahami oleh para pembaca.
Dalam kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Munzir Pohan selaku dosen pengampu karena tugas ini terdapat banyak kesalahan, karena penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.
Pangkalan Kerinci, 02 Oktober 2021
PENULIS
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..............................................................................................................2
BAB I Pendahuluan.................................................................................................................4
1.1. Latar Belakang
1.2. Tujuan
1.3. Manfaat
1.4. Idenitas Buku
BAB II Ringkasan Buku.......................................................................................................6
2.1. Ringkasan Buku Utama
2.1.1. Bagian I sistem walrasian
2.1.2. Bagian II Ekonomi Kesejahteraan Modern
2.2. Ringkasan Buku Pembanding
2.2.1. Ekonomi Amerika Abad ke-19
2.2.2. Ekonomi Amerika Abad ke-20
2.2.3. Kurva Kemungkinan Produksi
2.2.4. Permintaan Individu dan Permintaan Pasar
2.2.5. Persaingan Monopoli Didefinisikan
2.2.6. Sewa, Bunga, dan Keuntungan
BAB III Perbandingan........................................................................................................20
A. Jurnal 1
B. Jurnal 2
BAB IV Kesimpulan..............................................................................................................21
Daftar Pustaka.......................................................................................................................22
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai seorang mahasiswa wajib memiliki minat belajar didalam dirinya yang tinggi untuk bisa mendapatkan wawasan yang luas, dan salah satunya yang paling utama dalam memperoleh wawasan yang luas adalah dengan cara banyak membaca. Dengan adanya tugas Critical Book Review (CBR) ini adalah salah satu cara untuk melatih dan mendorong minat belajar terutama dalam membaca.
Tidak hanya sekedar membaca saja, CBR ini akan melatih kemampuan menyimak dan memahami dalam membaca. Karena disini seorang mahasiswa akan dilatih untuk mengkritik dan membandingkan kelebihan dan kekurangan antar satu buku dengan buku lainnya. Untuk bisa melakukan hal tersebut maka seorang mahasiswa harus paham dan menyimak setiap kata yang tercantum dalam buku, oleh karena itu tugas CBR ini tidak hanya melatih untuk membaca namun sekaligus membiasakan diri mahasiswa untuk mengkritik dengan bahasa yang baik dan benar agar pembaca dapat mengerti apa yang kita sampaikan.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan membuat tugas Critical Book Report (CBR) adalah sebagai berikut :
(1) Mendorong minat membaca
(2) Melatih kemampuan mahasiswa untum menyimak dan memahami
(3) Melatih mahasiswa untuk mengkritik buku dengan baik dan benar
(4) Untuk mengetahui perbandingan buku yang satu dengan yang lainnya
1.3 Manfaat
Pembuatan CBR ini agar mahasiswa dapat dan mampu terbiasa mengkritik atau mengomentari sesuatu tanpa melakukan peniruan. Dan juga mampu menguasai suatu buku dengan cara memahami isi setiap bab dalam buku tersebut.
1.1 Identitas Buku Utama
ISBN : 978-0-8047-5883-3/ 978-0-8047-5884-0
Pengarang : Mankiw, NG Gowdy, John M
Penerbit : Stanford Economics and Finance
Tahun terbit : 2010
Tebal buku : 208 halaman
1.2 Identitas Buku Pembanding
Judul buku : MICROECONOMICS
ISBN : 978-0-07-764154-2
Pengarang : Stephen L. Slavin
Penerbit : McGraw-Hill Education
Tahun terbit : 2013
Tebal buku : 592 halaman
BAB II
RINGKASAN BUKU
2.1 Ringkasan Buku Utama
2.1.1 Bagian I Sistem Walrasian
Titik awal dari sistem walrasian adalah pertukaran pemilihan barang antar individu atau biasa disebut tawar menawar secara langsung satu dengan yang lain. Hasil akhir dari pertukaran bebas dan sukarela ini adalah terjadi di kondisi dimana ketika sumber daya dialokasikan sedemikian rupa sehingga tidak mungkin untuk membuat seseorang lebih baik tanpa membuat orang lain lebuh buruk atau biasa disebut Efisiensi Pareto.
Terdapat tiga (3) blok bangunan dari sistem walrasia, yaitu:
1. Blok bangunan pertama yaitu untuk menetapkan bahwa kebebasan pertukaran komoditas akan akan mengarah pada efisiensi pareto dalam ekonomi barter murni.
2. Blok bangunan kedua yaitu demonstrasi bahwa jika harga pasar benar mencerminkan individu preferensi, maka ekonomi pasar persaingan sempurna akan mengarah ke efisiensi pareto.
3. Blok bagian ketiga yaitu pengakuan bahwa harga barang pasar mungkin terdistrosi atau mengalami perubahan karena berbagai alasan.
Dalam buku ini kita akan disuguhi atau diberikan 2 tujuan utama yaitu yang pertama menyajikan jengan jelas dan tepat cara-cara logika internal model walrasian bekerja dan yang kedua menyajikan revolusi atau perubahan saat ini dalam ekonomi kesejahteraan dan tantangan teoritis, berdasarkan pengalaman dan pengamatan untuk teori walrasian.
BAB 1
A. Teori Konsumen Neoklasik
Seperti yang disebutkan diatas, efisiensi pareto adalah sebuah konsep penting dalam neo-ekonomi kesejahteraan klasik. Efisiensi pareto dalam pertukaran barang adalah situasi dimana tidak ada lagi perdagangan barang dapat membuat satu orang lebih baik tanpa membuat orang lain lebih buruk.
Salah satu alat analisis walrasian yang paling mendasar dan kritis adalah keetidakpedulian kurva. Seperti gambar dibawah ini titik-titik pada ketidakpedulian tertentu kurva menunjukkan semua kombinasi 2 komoditas (X dan Y) yang menghasilkan tingkat utilitas yang sama.
Menurut gambar diatas, konsumen sama senangnya dengan kombinasi barang X
dan Y yang diberikan dengan poin 1 sama seperti kombinasi yang diberikan oleh
poin 2. Konsumen sama senangnya dengan 2X dan 4Y dan sama dengan 4X dan 2Y. Kurva indiferen ini juga
mewujudkan sejumlah asumsi tentang perilaku manusia. Menganalisis ekonomi
perilaku konsuen harus berdasarkan suatu konsep tentang sifat manussia yang
didefinisikan oleh asumsi homo economicus atau biasa disebut “manusia
ekonomi”.
Kurva indiferen memiliki matematika properti matematis menjadi “halus dan terus menerus” yang berarti tidak ada “melompat” dalam utilitas karena satu komoditas diganti dengan yang lain saat kita bergerak di sepanjang kurva.
Diagram
Kotak Edgeworth
Dapat mengembangkan seperangkat aturan tentang bagaimana dua orang atau
lebih dari dua orang akan terlibat dalam barter dan perdagangan untuk membuat
diri mereka lebih baik.
Kondisi atau efisiensi pareto
Kondisi efisiensi Pareto dalam pertukaran barter ekonomi adalah bahwa
tingkat substitusi marjinal antara dua barang adalah sama untuk kedua
konsumen. Ketika ini terjadi, tidak ada perdagangan lebih lanjut yang
dapat meningkat utilitas satu konsumen tanpa mengurangi utilitas yang lain.
Atau dalam konsumsi, situasi di mana tidak ada lagi ada perdagangan barang
dapat membuat satu orang lebih baik tanpa membuat orang lain orang lebih buruk.
Kurva kontrak
Merupakan
garis yang menghubungkan semua titik pareto dalam kotak edgeworth. Kurva ini
juga menunjukkan alokasi efisien pareto dari dua barang untuk semua kemungkinan
awal distribusi 2 barang antara 2 konsumen.
BAB 2
A. B. Teori Neoklasik dari Produksi
Setara
produksi dari kurva indiferen adalah isokuan, menunjukkan berbagai kombinasi
modal dan tenaga kerja yang dapat digunakkan untuk menghasilkan jumlah output
yang sama. Gambar 3 menunjukkan bgaimana perusahaan menggunakan input
produktif, tenaga kerja dan modal untuk menghasilkan barang trtentu.
Kemiringan isokuan kebawah dapat
ditunjukkan dengan input yang tunduk pada subtitusi dalam produksi dan isokuan
yang lebih tinggi dan jauh dari asal, mewakili lebih banyak output total
daripada yang lebih dekat ke titik asal.
Asumsi
kritis mengenai produksi :
1. Semua
input yang digunakan untuk memproduksi barang tertentu dapat saling
menggantikan.
2. Input
bersifat malleable, yaitu tidak ada “kegumpalan” dalam proses produksi.
3. Bentuk
isokuan dapat bervariasi, tetapi yang manapun yang digunakkan dianggap sebagai
rpresentasi yang memadai dari realitas fisik dan teknologi produksi yang baik.
a. a. Teori
Produksi Klasik Baru
• Elastisitas substitusi
menunjukkan betapa mudahnya mengganti satu input dengan input lain sebagai
harga relatifnya (dalam perbandingan ekuilibrium petitif, ini sama dengan
produk marjinal relatifnya) berubah.
Fungsi
produksi Cobb-Douglass
BAB 3
A. Keseimbangan
Umum dalam Ekonomi Barter
Barter merupakan situasi dimana
penjual dan pembeli saling berinteraksi dan adanya give and take yang
terjadi di dalam masyarakat.
a. Fungsi Kesejahteraan Sosial
Fungsi kesejahteraan sosial seperti yang berlabel
SWF1, SWF2, dan SWF3 tunjukkan semua kombinasi utilitas A dan B yang sama-sama
dapat diterima dari sudut pandang masyarakat. Seperti halnya dengan fungsi
utilitas individu, fungsi kesejahteraan sosial lebih jauh dari asal mewakili
tingkat yang lebih tinggi utilitas.
•
Adanya Keseimbangan
Kekuatan intelektual sistem Walrasian terletak pada kenyataan bahwa mengingat semua asumsi tentang perilaku dan teknologi konsumen dan produsen, kita dapat menemukan tingkat efisien yang unik dan campuran output. Artinya, kita dapat menemukan titik di mana seperangkat preferensi tertentu dan serangkaian kemungkinan produksi tertentu bertemu.
Ketika ekonomi menjadi semakin matematis di
tengah-tengah abad kedua puluh, lebih banyak perhatian diberikan pada
sifat-sifat matematika persamaan yang menggambarkan ekonomi pasar. Banyak
perhatian yang diberkan untuk membuktikan bahwa, mengingat asumsi matematis
dari sistem Walrasian, secara matematis mungkin untuk menetapkan titik
keseimbangan di mana himpunan barang-dagangan yang diproduksi persis
menduplikasi himpunan barang-dagangan yang diinginkan konsumen.
BAB
4
A. Memperkenalkan Harga Persaingan Sempurna dan
Efisiensi Pareto
•
Langkah 1 : Memaksimalkan Subjek Utilitas untuk Batasan Anggaran
•
Langkah 2 : Input, Output, dan Biaya Marginal
•
Langkah 3 : Persaingan Sempurna
Asumsi
model persaingan sempurna :
1.
Terdapat jumlah
pembeli dan penjual yang sangat banyak. Tidak ada satu pembeli atau
penjual yang bisa mempengaruhi harga setiap barang atau tindakan pembeli dan
penjual lain.
2.
Ada informasi yang
sempurna, tersedia untuk semua, tentang karakteristik semua barang dan input
produktif. Harga barang bagus berisi semua informasi diperlukan untuk
menilai kegunaannya bagi konsumen mana pun.
3.
Tidak ada hambatan bagi perusahaan untuk memasuki pasar manapun. Input produktif
adalah sangat penting sehingga mereka dapat bermigrasi ke penggunaan yang
paling produktif.
4.
Semua perusahaan dalam
industri tertentu persis sama. Dalam sebagian tertentu industri, tidak ada
alasan bagi konsumen untuk membeli satu barang daripada yang lain kecuali
berdasarkan harga.
Dua
asumsi kritis model persaingan sempurna yang jarang terjadi di tekankan dalam
buku teks ekonomi :
1.
Harga membawa semua
informasi yang dibutuhkan untuk menetapkan barang dan input untuk penggunaan
yang paling efisien.
2.
Tidak ada interaksi
antara perusahaan, yaitu, tidak ada persaingan nyata.
BAB 5
B. Kegagalan
Pasar dan Dasar kedua Teorema Kesejahteraan Ekonomi
Banyak kritik terhadap ekonomi neoklasik berpusat pada yang pertama Teorema
Fundamental, yaitu ekonomi kompetitif akan memastikan alokasi yang paling
efisien dari sumber daya masyarakat dalam konsumsi dan produksi.
Contoh kegagalan pasar termasuk eksternalitas, barang
publik, dan kekuatan pasar. Dalam semua kasus ini, harga terdistorsi
dan ada peran pasangan bagi pemerintah untuk campur tangan dan memperbaiki
kegagalan pasar.
1. Eksternalitas
Contoh kegagalan
pasar termasuk eksternalitas, barang publik, dan kekuatan
pasar. Dalam semua kasus ini, harga terdistorsi dan ada peran pasangan
bagi pemerintah untuk campur tangan dan memperbaiki kegagalan pasar.
2.
Barang Publik
Barang publik memiliki
dua karakteristik yang menghalangi pemberiannya harga sehingga dapat
dialokasikan secara efisien, yaitu :
1. Barang publik tidak
eksklusif. Setelah barang publik disediakan, siapa pun dapat menggunakannya
apakah orang itu membayar untuk penggunaannya atau tidak.
2. Barang publik bersifat
non-rival. Setelah barang publik disediakan, milik satu orang
penggunaannya tidak mempengaruhi penggunaan barang tersebut oleh orang lain.
3. Kekuatan
Pasar
Karakteristik mendasar dari persaingan sempurna adalah bahwa perusahaan adalah harga pengambil setiap perusahaan sangat kecil dibandingkan dengan pasar sehingga tindakannya tidak memiliki efek pada harga. Harga yang dapat diterima perusahaan untuk suatu barang ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan di pasar untuk barang tersebut. z
Dalam jargon ekonomi,
perusahaan menghadapi kurva permintaan yang horizontal dan elastis
sempurna. Untuk perusahaan monopoli, perusahaan mengendalikan seluruh
pasar, dan karenanya menghadapi kemiringan ke bawah kurva permintaan.
2.1.2. Bagian
II Ekonomi Kesejahteraan Modern
BAB 6
C. Kritik
Teoritis Ekonomi Kesejahteraan Walrasian
Ringkasan Sistem
Walrasian
1.
Landasan teoritis
untuk rekomendasi kebijakan ekonomi walrasian adalah dua teorema pertama dari
ekonomi kesejahteraan.
2.
Teo Fundamental
Pertama rem membenarkan mengandalkan ekonomi kompetitif omi untuk memastikan
kebaikan sosial.
3.
Teo Fundamental Kedua
rem membenarkan kebijakan intervensionis tetapi hanya untuk menciptakan kondisi
pasar yang kompetitif.
4.
Sistem persamaan yang
mendukung teorema-teorema ini sangat bergantung pada asumsi tentang perilaku
konsumen ( Homo economicus ) dan karakterisasi pasar dan
teknologi (persaingan sempurna).
5.
Dalam sistem ini, rekomendasi
kebijakan didasarkan pada kemampuan untuk mengidentifikasi keuntungan efisiensi
(potensi peningkatan Pareto).
Tujuan akhir dari sistem ini adalah untuk
menciptakan ilmu positif tentang lingkungan. Nominal yang dapat
memberikan rekomendasi kebijakan tanpa membuat penilaian nilai, yaitu, tanpa
membuat perbandingan antarpribadi kegunaan.
BAB 7
D.
Ekonomi Kesejahteraan Walrasian
Penelitian perilaku telah secara mendasar mengubah bidang ekonomi dengan meletakkannya di atas dasar eksperimental yang kuat. Pada masa-masa awal, perilaku ekonomi berkonsentrasi pada mengungkapkan berbagai kekurangan dari standar model pilihan ekonomi yang sulit. Baru-baru ini, bidang tersebut telah pindah dari sekadar bertindak melawan model aktor rasional untuk mengidentifikasi keteraturan perilaku yang mungkin membentuk dasar untuk model pengambilan keputusan manusia yang lebih realistis.
Eksperimen seperti Game
Ultimatum dan Game Barang Publik telah menetapkan sejumlah keteraturan
dalam perilaku manusia, seperti kehilangan keengganan, Seperti kehilangan
keengganan, habituasi, murni ltruisme, hukuman altruistik, dan diskon yang
tidak konsisten dari masa depan. Pola-pola perilaku ini telah diperkuat oleh
eksperimen neurologis yang menunjukkan bagaimana perilaku tercermin dalam
aktivitas otak.
BAB
8
E. Analisis
Biaya-manfaat Lama dan baru
• Asumsi yang Tertanam
dalam Analisis Biaya-Manfaat Walrasian :
1. Perorangan yang rasional dan konsisten dengan pilihan pewaris, dan ini
pilihan dapat diungkapkan oleh analisis ekonomi.
2.
Hasil sosial terbaik
(lebih efisien) adalah jumlah dari semua individu pilihan.
3.
Hasil pasar adalah
indikator yang masuk akal yang terbaik (paling efisien) penggunaan sumber daya
yang langka dan mewakili distribusi yang cukup adil dari keluaran ekonomi.
4.
Ketika analisis
ekonomi mengungkapkan preferensi yang berbeda dari pasar, ini merupakan
indikasi kegagalan pasar.
5. Menurut Teorema Fundamental Kedua, kegagalan pasar dapat dikoreksi oleh
kebijakan publik yang tepat.
Analisis biaya-manfaat adalah salah satu landasan analisis kebijakan
modern. Selama bertahun-tahun salah satu kontribusi utama ekonomi untuk
kebijakan publik telah menggunakan CBA (cost-benefit analysis) untuk
menerapkan konsep dasar seperti biaya peluang, efisiensi, dan kedaulatan
konsumen untuk keputusan yang melibatkan pengeluaran dana
masyarakat. Pemeriksaan CBA menunjukkan kekuatan ekonomi penalaran dan
batasan-batasan yang dikenakan pada penalaran itu oleh asumsi-asumsi teori kesejahteraan Walrasian.
BAB
9
F. Masa Depan Ekonomi Teori dan Kebijakan
Tujuan kebijakan adalah untuk memaksimalkan apa yang diperoleh individu dari mengkonsumsi barang-barang pasar. Kesejahteraan sosial adalah tambahan jumlah utilitas semua individu dalam masyarakat, sehingga ketika semua individu memaksimalkan utilitas mereka, tunduk pada sumber daya yang mereka miliki, sosial optimal tercapai.
Mengingat bahwa pertukaran bebas komoditas dan input mengarah pada hasil
terbaik, peran pemerintah terbatas pada kebijakan yang memperluas cakupan
pasar. Yang menonjol di antara kebijakan ini memperluas perdagangan, yang
membawa lebih banyak konsumen dan perusahaan ke dalam sistem untuk memberikan
lebih banyak pilihan.
2.2. Ringkasan
Buku Pembanding
2.2.1.
Ekonomi Amerika Abad ke-19
Amerika selalu memiliki sektor pertanian yang besar dan produktif. Pada saat Revolusi Amerika, 9 dari setiap 10 orang Amerika tinggal di pertanian; 100 tahun kemudian, namun, kurang dari 1 dari setiap 2 orang bekerja di pertanian. Hari ini hanya 1 dari setiap 500 orang Amerika adalah petani penuh waktu. Namun pertanian kami tidak hanya memberi makan Amerika tetapi juga menghasilkan surplus besar yang dijual ke luar negeri.
Penyelesaian jaringan kereta api nasional pada paruh kedua abad ke-19 memungkinkan produksi massal, pemasaran massal, dan konsumsi massal. Pada tahun 1850, Amerika Serikat hanya memiliki 10.000 mil lintasan, tetapi dalam 40 tahun totalnya tercapai 164.000 mil. Rel kereta api lintas benua telah selesai, dan itu mungkin untuk mendapatkan hampir di mana saja di negara ini dengan kereta api. Menariknya, bagaimanapun semua jalur umum melewati Selatan, yang sangat menghambat perkembangan ekonominya dengan baik ke abad ke-20.
Kuartal terakhir abad ke-19 adalah zaman
kapitalis industri. Kapitalis industri tidak hanya mengumpulkan kekuatan
ekonomi yang besar, tetapi juga menyalahgunakannya kekuasaan juga. Ekses
mereka menyebabkan munculnya serikat buruh dan berlalunya perundang-undangan. Salah
satu perubahan terpenting dalam sejarah industri kita terjadi di akhir Abad
ke-19, dengan transisi dari generator listrik swasta ke terpusat, produksi
listrik berbasis bebas dari kebutuhan untuk berinvestasi dalam generator
listrik yang mahal, Produksi massal hanya mungkin jika ada
juga massal konsumsi.
2.2.2. Ekonomi Amerika di Abad ke-20
Pada pergantian abad, Amerika telah menjadi ekonomi industri. Amerika adalah salah satu pemimpin dunia dalam produksi baja, batu bara, kapal uap, tekstil, pakaian jadi, bahan kimia, dan mesin pertanian.
Pada abab ke-20 Ameriks berada di masa
pembuatan mobil dan orang pertama kali menjadi produsen mobil pertama yang
menggunakan pembagian kerja dan jalur perakitan adalah Hanry Ford. Kontribusi
Henry Ford yang besar adalah penekanan yang ia tempatkan pada kombinasi ahli
akurasi, kontinuitas, jalur perakitan yang bergerak, dan kecepatan, melalui
waktu pembuatan, bahan yang cermat penanganan, dan perakitan. Jalur
perakitan dipercepat bekerja dengan memecah proses pembuatan mobil menjadi
serangkaian sederhana, operasi berulang.
•
Resesi Pasca-Perang Dunia II
November 1973–Maret 1975 Bersamaan, ada kekurangan bahan makanan di seluruh dunia, yang mendorong menaikkan harga pangan. Untuk memperburuk keadaan di negara ini, kami mencapai kesepakatan untuk mengekspor sekitar seperempat gandum kami dan biji-bijian lainnya ke Uni Soviet. Output turun sekitar 5 per- sen, dan, yang lebih parah lagi, tingkat inflasi tetap sangat tinggi.
Januari 1980–Juli 1980 Menggandakan harga minyak oleh OPEC dan krisis kredit yang dipicu oleh Federal Reserve Dewan Gubernur, yang telah khawatir dengan inflasi tingkat yang telah mencapai level dua digit, mendorong kami ke dalam resesi yang sangat singkat, tetapi cukup tajam. Suku bunga naik di atas 20 persen, Federal Reserve mengizinkan kredit untuk memperluas dan resesi berakhir.
Juli 1981–November 1982 Penurunan ini juga berangkat oleh Federal Reserve, yang sekarang ditentukan untuk memeras inflasi dari ekonomi kita. Pada akhir resesi yang sekarang memiliki perbedaan yang meragukan menjadi penurunan terburuk sejak depresi hebat, tingkat pengangguran telah mencapai hampir 11 persen. Tetapi tingkat inflasi telah diturunkan, dan pada akhir periode 1982, Federal Reserve sekali lagi mengurangi kredit, mengatur panggung untuk pemulihan berikutnya. Pada saat yang sama waktu, pemerintah federal telah memotong pajak penghasilan tarif, lebih lanjut membantu sepanjang kemajuan bisnis.
Juli 1990–Maret 1991 Setelah jeda terlama merusak ekspansi masa damai dalam sejarah kita, yang cukup ringan penurunan disebabkan oleh kombinasi kenaikan tajam harga minyak (karena invasi Irak ke Kuwait pada Agustus 1990 dan Perang Teluk Persia berikutnya), uang ketat, dan a kesepakatan anggaran pemotongan defisit antara Presiden George Bush dan Kongres pada bulan Oktober. Presiden Bush sendiri disebut pemulihan "anemia," dan langkah lambatnya adalah sebagian besar bertanggung jawab atas kekalahannya dalam pemilihan 1992 ke Bill Clinton.
Maret 2001–November 2001 Pada pertengahan 2000, telah menjadi jelas bahwa banyak saham teknologi tinggi di telekomunikasi komunikasi, Internet, dan perusahaan perangkat lunak komputer dinilai terlalu tinggi, dan akibatnya, investasi dalam debu mulai tenggelam dengan sangat cepat. Diperlukan kelebihan kapasitas harus dikerjakan sebelum investasi dihidupkan kembali. Apa sangat tidak biasa untuk resesi adalah bahwa pengeluaran konsumen, didukung oleh suku bunga rendah, pembiayaan kembali hipotek, dan pemotongan pajak federal besar-besaran, sebenarnya terus meningkat sepanjang resesi. Kemudian, tepat ketika pemulihan tampak kemungkinan, serangan teroris 9/11 memberikan tambahan guncangan ekonomi, menekan permintaan perjalanan udara dan kamar hotel. Untuk melawan efek resesi juga untuk membantu pemulihan dari serangan, pemerintahan Bush pemerintah didorong melalui Kongres tidak hanya pemotongan pajak besar-besaran dan pengembalian pajak, tetapi meningkatkan pengeluaran pemerintah.
Desember 2007–Juni 2009 Ekonomi terburuk penurunan sejak tahun 1930-an, efek dari great
resesi terutama pengangguran yang tinggi dan ekonomi yang lambat pertumbuhan
ekonomi—terus berlanjut hingga 2013. Untuk mencegah krisis sosial dan untuk
merangsang ekonomi, Federal Reserve dan Departemen Keuangan menuangkan
triliunan dolar ke dalam ekonomi. Puluhan juta orang Amerika telah menggunakan
rumah seperti ATM, mengambil ratusan miliar dolar setiap tahun dalam pinjaman
ekuitas rumah untuk membiayai pengeluaran mobil baru, perjalanan liburan,
belanja, membayar anak-anak mereka biaya kuliah dren, atau hanya mengisi tangki
bensin mereka. Ketika gelembung perumahan meledak pada awal 2007, itu menjadi
semakin sulit bagi mereka untuk terus meminjam. Dan semakin sedikit yang
bisa mereka pinjam, semakin sedikit yang bisa mereka belanjakan. Penurunan
harga rumah memiliki dampak yang lebih langsung efek ekonomi. Ratusan ribu
konstruksi pekerja, agen real estate, broker hipotek, keuangan pekerja layanan,
dan orang lain dengan pekerjaan di bidang ekonomi ini sektor dipecat dari
pekerjaan.
2.2.3. Kurva
Kemungkinan Produksi
Pada Gambar 6 kita mengukur satuan mentega pada sumbu vertikal. Pada sumbu horizontal kami mengukur unit senjata. Saat kita bergerak ke kanan, jumlah senjata bertambah—1,2, 3, 4, 5. Kurva pada grafik digambar dengan menghubungkan titik A, B, C, D, E, dan F. Gambar 1 menunjukkan enam kemungkinan produksi mulai dari titik A, tempat kami berproduksi 15 unit mentega dan tidak ada senjata, ke titik F, di mana kami memproduksi 5 unit senjata tetapi tidak ada mentega. Informasi yang sama ini disajikan pada Gambar 1, grafik produksi kurva kemungkinan. Kita akan mulai dari titik A, di mana seluruh sumber daya suatu negara dicurahkan untuk memproduksi mentega. Jika negara tersebut akan memproduksi dengan kapasitas penuh (menggunakan semua sumber dayanya) tetapi ingin membuat beberapa senjata, itu bisa melakukannya dengan mengalihkan beberapa sumber daya dari mentega. Ini akan memindahkan negara dari titik A ke titik B. Alih-alih memproduksi 15 unit mentega, itu hanya menghasilkan 14. Sebelum kita melangkah lebih jauh pada kurva, mari kita bahas angka-angka di titik A dan B. Kami mencari tahu berapa banyak senjata dan berapa banyak mentega yang dihasilkan di setiap titik ini. Mulai dari titik asal, atau nol, mari kita periksa titik A. Tepat di atas titik asal, jadi tidak senjata diproduksi. Titik A berada pada 15 pada skala vertikal, sehingga dihasilkan 15 unit mentega. Sekarang kita akan beralih ke titik B, yang berada tepat di atas 1 unit pada sumbu senjata. Pada B kami memproduksi 1 unit senjata dan 14 unit mentega (ditampilkan secara vertikal). Kebetulan, untuk menemukan titik mana pun pada grafik, pertama-tama menyeberang, atau secara horizontal, lalu ke atas, atau secara vertikal. Titik B adalah 1 satuan ke kanan, lalu 14 satuan ke atas. Sekarang cari titik C: 2 unit melintang dan 12 ke atas. Di C kami memiliki 2 senjata dan 12 mentega. Berikutnya adalah D: 3 melintang dan 9 ke atas (3 senjata dan 9 mentega). Di E: 4 di seberang dan 5 di atas (4 senjata dan 5 mentega). Dan akhirnya F: 5 di seberang dan 0 di atas (5 senjata dan tanpa mentega).
•
Efisiensi Produktif
Efisiensi produktif dicapai ketika output maksimum yang mungkin dari setiap barang yang diproduksi, mengingat output barang lain. Pencapaian efisiensi produktif berarti kita tidak dapat meningkatkan output dari satu barang tanpa mengurangi keluaran barang lain.
•
Tangan tak Terlihat
Ketika Adam Smith menciptakan istilah tangan tak terlihat pada tahun 1776, dia memikirkan tentang sistem bimbingan ekonomi yang selalu membuat semuanya baik-baik saja. Dia percaya bahwa jika orang berangkat untuk mempromosikan kepentingan umum, mereka tidak akan melakukan sebanyak itu sebaik yang mereka lakukan jika mereka mengejar kepentingan egois mereka sendiri. Jika semua orang keluar untuk diri mereka sendiri, semua orang akan bekerja lebih keras, menghasilkan lebih banyak, dan kita semua akan menjadi lebih kaya untuk itu. Dan premis itu mendasari sistem perusahaan bebas.
Smith mengatakan bahwa wirausahawan dimotivasi oleh kepentingan pribadi, dia umumnya, memang, tidak bermaksud untuk mempromosikan kepentingan publik, juga tidak tahu berapa banyak dia mempromosikannya. Dengan lebih mengutamakan dukungan industri dalam negeri daripada dukungan industri luar negeri, ia hanya menginginkan keuntungannya sendiri, dan dia dalam hal ini, seperti dalam banyak kasus lainnya, dipimpin oleh yang tak terlihat tangan untuk mempromosikan tujuan yang bukan bagian dari niatnya. Dengan mengejar miliknya sendiri kepentingan dia sering mempromosikan masyarakat lebih efektif daripada ketika dia benar-benar bermaksud untuk mempromosikannya.
•
Mekanisme Harga
Sering dikatakan bahwa setiap orang memiliki harga, yang berarti bahwa hampir semua dari kita, untuk jumlah tertentu uang, akan melakukan beberapa hal yang cukup buruk. Variabel kunci di sini adalah harga . Beberapa dari kita akan melakukan hal-hal buruk ini seharga $ 100, yang lain seharga $ 1.000, yang lain mungkin hanya seharga $ 1 juta. Tidak hanya setiap orang memiliki harga, tetapi setiap hal juga memiliki harga. Harga sepotong pizza atau satu galon bensin diketahui semua konsumen. Meskipun mereka bervariasi agak, harga gas jarang turun di bawah $3 dan hampir tidak ada orang yang mau membayar $10 untuk sepotong dari pizza.
Sama seperti harga mengirimkan sinyal kepada konsumen, harga juga memberi sinyal kepada produsen atau penjual. Jika pizza naik menjadi $10 per potong, saya akan menaruh oven di ruang tamu saya dan membuka bisnis hari berikutnya. Ketika konsumen menginginkan lebih banyak barang atau jasa tertentu, mereka menaikkan harga, yang, pada gilirannya, memberi sinyal kepada produsen untuk memproduksi lebih banyak. Jika kenaikan harga cukup besar dan muncul permanen, perusahaan baru akan tertarik ke industri, sehingga meningkatkan output lebih jauh.
• Kegagalan Pemerintah
Sama seperti pasar yang terkadang
mengecewakan kita, begitu pula pemerintah. Berikut adalah daftar
singkatnya dari beberapa bentuk kegagalan pemerintah yang lebih
mencolok . Perlu diingat, bagaimanapun, bahwa dalam banyak kasus
pemerintah menjalankan fungsinya dengan cukup baik, sehingga kegagalan ini
harus dianggap sebagai pengecualian dan bukan norma.
1.1.2. Permintaan
Individu dan Permintaan Pasar
Hukum permintaan berlaku untuk
individu dan pasar. Permintaan individu adalah jadwal jumlah yang
akan dibeli seseorang pada harga yang berbeda. Pasar permintaan adalah
jadwal jumlah yang akan dibeli setiap orang di pasar dengan harga yang berbeda.
•
Perubahan Permintaan
Perubahan
permintaan adalah perubahan dalam jumlah yang diminta dari barang atau
jasa setidaknya satu harga yang disebabkan oleh faktor selain perubahan harga
dari barang atau jasa tersebut.
•
Peningkatan Permintaan
Suatu peningkatan permintaan adalah
peningkatan jumlah orang yang mau dan mampu membeli pada berbagai harga.
1.1.3. Persaingan
Monopoli Didefinisikan
• Pesaing Monopoli Jangka
Pendek
Seperti pesaing sempurna, pesaing monopolistik dapat untung atau rugi dalam jangka pendek; tetapi dalam jangka panjang perusahaan akan mencapai titik impas. Alasan monopoli- pesaing terdaftar menghasilkan keuntungan ekonomi nol dalam jangka panjang sama dengan yang di bawah kompetisi sempurna.
Dalam jangka panjang, jika perusahaan merugi, banyak yang akan meninggalkan industri, menurunkan pasokan industri dan menaikkan harga pasar. Dan jika, dalam jangka panjang, perusahaan menyadari keuntungan besar, perusahaan baru akan tertarik ke industri, sehingga meningkatkan pasokan dan menurunkan harga pasar
• Pesaing Monopoli Jangka
Panjang
Seperti yang dikatakan
sebelumnya, dalam jangka panjang pesaing monopolistik membuat ekonomi nol
keuntungan. Jika ada laba jangka pendek, lebih banyak perusahaan akan
masuk ke industri, menurunkan harga pasar dan keuntungan. Jika ada
kerugian, beberapa perusahaan akan meninggalkan industri, mendorong menaikkan
harga pasar dan mengurangi kerugian.
1.1.4. Sewa,
Bunga, dan Keuntungan
1. Sewa
Tanah merupakan sumber daya atau faktor produksi. Pemilik tanah dibayar sewa untuk mengizinkan penggunaannya dalam proses produksi. Jumlah sewa yang dibayarkan untuk sebidang tanah didasarkan pada penawaran tanah itu dan permintaan untuk tanah itu.
2. Modal
Modal terdiri dari gedung perkantoran,
pabrik, toko, mesin dan peralatan, sistem
puter, dan barang sintetis lainnya yang digunakan dalam proses
produksi. Ketika kita berinvestasi,
kita menghabiskan uang untuk modal baru. Saat kita membangun taman kantor,
tempat belanja atau jalur perakitan, atau ketika kami membeli peralatan kantor
baru, kami terlibat dalam
investasi.
Ekonom merasa senang ketika mereka dapat berpikir
dalam hal stok dan arus. Saham modal
meningkat melalui aliran investasi. Misalkan Anda memiliki setengah gelas
air; itu modal saham Anda. Anda dapat mengisi gelas itu dengan
membiarkan air keran mengalir ke dalam dia, itulah
aliran investasi Anda. Ketika Anda telah mengisi gelas Anda, Anda telah
menggandakan modal.
Sebagai contoh mesin, katakanlah
Anda memiliki stok modal empat mesin. Anda membeli dua
lagi. Itu adalah investasi Anda untuk tahun ini. Sekarang Anda
memiliki stok modal enam mesin.
3. Keuntungan
Para ekonom memperlakukan keuntungan sebagai sisa yang diserahkan kepada pengusaha setelah sewa, bunga, dan upah dibayar. Orang dapat berargumen bahwa karena ketiga pembayaran sumber daya ini ditentukan oleh pasokan dan permintaan, maka apa yang tersisa, profit, secara tidak langsung ditentukan oleh penawaran dan tuntutan.
Jika keuntungan adalah agen katalitik, motivasi utama faktor vating, hadiah utama bagi pengusaha, pasti kita bisa berbuat lebih baik daripada memperlakukan mereka sebagai sisa belaka. Benar, perusahaan bisnis harus membayar sewa, bunga, dan upah, dan mungkin menyimpan sisa keuntungan, tapi pasti keuntungan sedikit lebih menarik daripada itu.
Peran mereka sebagai
insentif ekonomi di bawah kapitalisme. Iming-iming untung itulah yang
didapat perusahaan bisnis untuk menghasilkan sejumlah besar barang dan jasa
yang menyediakan industri negara di dunia dengan standar hidup yang tinggi.
BAB III
PERBANDINGAN
A. Jurnal
1
a. Kelebihan
jurnal 1 :
1.
Menggunakan
bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami oleh pembaca.
2.
Materi
yang ditulis berdasarkan hasil dari penelitian langsung melalui cara kusioner
bersifat real ( Kuantitaif).
3.
Materi
yang diberikan tidak hanya berupa materi pemahaman tetapi juga diberikan
tampilan kurva-kurva agar lebih paham.
4.
Memiliki
cover buku yang menarik dan disertai gambar animasi.
b. Kelemahan jurnal 1 :
1. Contoh
soal dari kurva yang disebutkan dalam buku tersebut tergolong sulit untuk
dipahami, dikarenakan banyak simbol yang jarang diketahui banyak orang.
2. Memiliki
istilah yang kurang dimengerti.
B.
Jurnal 2
a. Kelebihan jurnal 1 :
1.
Materi yang diberikan
dalam jurnal tersebut sangat lengkap.
2.
Memiliki cover buku
yang menarik dan juga memiliki susunan tulisan yang tidak monoton (memiliki
warna dalam teks).
3.
Menggunakan bahasa
yang baik.
b. Kelemahan jurnal 1 :
1. Memiliki
istilah-istilah yang kurang dimengerti.
2. Masih banyak ditemukan
ide pemahaman yang sulit di mengerti pembaca.
BAB IV
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari kedua jurnal tersebut adalah kita dapat mengetahui awal mula
perekonomian itu terjadi, yaitu melalui sistem barter atau yang disebut dengan
sistem walrasian. Juga kita dapat mengetahui seperti apa teori-teori penting,
diagram, dan rumus dalam ekonomi yang disalurkan melalui kedua buku tersebut.
lalu di buku pembanding, kesimpulannya adalah kita dapat mengetahui awal mula
atau sejarah perekonomian dari abad ke-19 yang dimana kita juga dapat
mengetahui bagaimana penyebaran ekonomi berlangsung.
DAFTAR PUSTAKA
1. Mankiw, NG Gowdy, John M. Microeconomic
Theory Old and New : A Student’s Guide.
2010.
2.
Stephen
L. Slavin. MICROECONOMICS. 201.3








