Sunday, August 9, 2020

CERPEN - KESEDIHANKU

 

“ Kesedihanku ”

 

        Tik...Tik...Tik... tetesan hujan yang aku rasakan saat butiran airnya menyentuh kulitku. Aku yang sedang berjalan untuk menuju ke tempat pemberhentian angkutan umum,segera dengan lekas aku berlari menuju halte yang tak jauh dari tempatku sebelumnya. Dinginnya udara yang membuat seluruh tubuhku terasa kedinginan di tambah lagi hanya ada aku dan sepasang kekasih di halte itu. Aku melihat mereka bercanda penuh tawa tanpa memperdulikan diriku yang hanya sendiri di situ. Semua hal yang dilakukan sepasang kekasih tersebut membuatku kembali mengingat kejadian yang tepatnya empat tahun yang lalu. Kejadian yang sangat aku sesali seumur hidupku. Aku kehilangan seseorang yang sama sekali tidak aku ketahui perasaanya padaku. Semakin aku melihat sepasang kekasih itu semakin hanyut jugalah aku dalam situasi masalaluku.

       Empat tahun yang lalu dimana aku sedang pindah tugas ke daerah Bali, aku sangat suka akan pemandangan yang ada di sana. Sehingga aku suka sekali membawa kamera untuk mengabadikan moment di sana. Ku fokuskan kameraku kepada sesuatu yang menarik untuk ku foto. Saat itu aku sedang berada di pementasan daerah sekitaran Bali. Senyum tipis yang muncul ketika aku melihat salah seorang yang aku sengaja ingin ku potret yang pada saat itu Ia sedang membaca buku yang aku sendiri tak tau buku apa itu. Aku mulai menyukainya dengan segala yang Ia miliki, bisa ku katakan cinta pandangan pertamaku. Aku memotretnya dengan segala gaya yang memang tak ada instruksi dariku. Tapi tiba-tiba “BRUKKK!!!!!” aku terjatuh berbarengan dengan orang yang menyenggol ku dari belakang. “maaf ya maaf… aku gak sengaja “ katanya sambil membantuku untuk berdiri. "Jalan itu hati-hati dong! Kan sakit kalau jatuh" kataku dengan emosi. "Iya maaf ya aku beneran nggak sengaja" katanya sambil memasangkan muka melas. "Hmm iya-iya" balasku singkat. "Kalau boleh tau nama kamu siapa" tanyanya padaku. "Namaku farasyah lebih tepatnya Farasyah Putri Aqilla" kataku dengan sedikit angkuh. "Owh Farasyah ya, kenalin aku Wilson kepanjangannya Wilson Cleo Pratama" katanya dengan menjabat tanganku. "Yaudah ya nggak ada yang penting lagi kan? Aku buru-buru soalnya, bye..." Kataku yang langsung berbalik badan untuk meninggalkan dia. "Hmm..." Helaan nafasnya yang masih terdengar olehku sebelum aku meninggalkannya. Setelah itu, aku beralih kepada seseorang tadi yang belum aku ketahui namanya. Tapi setelah aku melihat kembali tempat yang tadi Ia masih membaca buku ternyata dia sudah menghilang ntah kemana. Seketika itupun moodmu hilang yang kemudian aku memutuskan untuk pulang ke penginapan.

         Setiba di penginapan aku langsung beranjak ke kamarku dengan mood yang sudah sedikit berubah dari yang sebelumnya. Dan tepatnya pukul 16.48 aku dengan sedikit girang memasangkan lagu I Know I Loved You Before I Met You – Savage Garden. Lagu ini merupakan lagu yang mewakili perasaan seseorang yang sedang jatuh cinta seperti aku. Aku terus membayangkan wajah pria yang aku sukai tersebut, "uuhhh handsome banget" aku berbicara sendiri sambil senyum-senyum nggak jelas. Segala pembodohan yang aku lakukan ketika jatuh cinta pandangan pertama.

        Esoknya, aku memutuskan untuk mengikutinya kali ini. Aku berfikir mungkin dia akan kembali ke tempat kemarin Ia membaca buku. Aku menunggu sekian lama sampai rasa bosan pun melanda. Tapi sungguh mengagetkanku ketika pria itu menggandeng seorang wanita dengan mesranya. "Miris... sungguh menyedihkan kenapa sih selalu saja ada di posisi suka sama pacar orang!!" Kataku dengan segala rasa kecewa. Aku memutuskan untuk pergi meninggalkan tempat itu dan pergi menuju cafe terdekat untuk menenangkan diriku. Aku melamun sampai tak menghiraukan pelayan yang datang padaku. Tiba-tiba Cowok yang ku senggol semalam mengejutkanku. “ DARRRR!!!” katanya sambil menepuk pundakku. “ihh… apaan sih gak jelas banget” kataku dengan kesal. “kamu kenapa sih? Kok ngelamun aja. Kangen sama aku ya??” ejeknya padaku.dan kemudian melanjutkan perkataannya lagi “kamu sakit?”. Aku hanya terdiam dan tidak mengeluarkan sepatah katapun. Dengan berbagai cara Dia terus menghiburku, mulai dari memasangkan muka jeleknya walau menurutku wajahnya masih tetap saja tidak terasa jelek, nyanyi-nyanyi dengan suara fals sambil main gitar yang ternyata gitar itu hasil pinjaman pengamen yang mengamen di cafe tersebut. Lama kelamaan aku pun tidak bisa bisa membohongi kelucuan yang ia berikan. Perlahan-lahan ku munculkan senyumku dan Wilson dengan girangnya mengatakan “HOREEEE…” tanpa rasa malu sedikitpun. Dan baru aku sadari ternyata banyak orang yang melihat tingkah konyolnya tadi, tidak sampai disitu dia berlari ke tengah-tengah cafe sambil menyanyikan lagu dari Virgoun-surat cinta untuk starla. Kutuliskan kenangan tentang caraku menemukan dirimu… Tentang apa yang membuatku mudah berikan hatiku padamu… Takkan habis sejuta lagu untuk menceritakan cantikmu… Kan teramat panjang puisi 'tuk menyuratkan cinta ini… Telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia…Karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu… Aku pernah berpikir tentang hidupku tanpa ada dirimu… Dapatkah lebih indah dari yang kujalani sampai kini? Aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu… Tetap cantik rambut panjangmu meskipun nanti tak hitam lagi… Bila habis sudah waktu ini tak lagi berpijak pada dunia… Telah aku habiskan sisa hidupku hanya untukmu… Dan telah habis sudah cinta ini tak lagi tersisa untuk dunia… Karena telah kuhabiskan sisa cintaku hanya untukmu Untukmu…” Dari awal sampai akhir lagu yang Ia nyanyikan membuatku hampir melupakan masalah hatiku walaupun hanya sesaat. Tak lama setelah dia usai menyanyikannya, dia berjalan pelan mengarah padaku. “gimana kamu suka?” tanyanya sambil menarikkan kursi yang berada tepat di depanku. “kamu lucu juga ternyata ya… nekat banget lagian nyanyi di tengah-tengah kantin” balasku dengan sedikit mengeluarkan senyum. “iya dong tapi supaya kamu terhibur hehe…” katanya sambil cekikikan. “oh iya kita kan baru kenal kemarin tapi kok udah sok dekat banget sih ke aku?” tanyaku dengan sedikit curiga padanya. “ya gak apa-apa, aku suka aja ngehibur orang apalagi kalau yang aku hibur cewek cantik kayak kamu hihi...” katanya dengan sedikit godaan. “hmm… ya sudah deh” balasku singkat. Mulai dari saat itu aku dan Wilson pun menjadi sangat dekat sampai pada akhirnya aku sering cerita padanya tentang seseorang yang aku sukai itu.

            

            Bermain gitar sambil menyanyi itu merupakan kegiatan ku akhir-akhir ini. Sampai Wilson pun selalu menjadi teman duetku bernyanyi, sampai beberapa saat aku mulai lupa akan seseorang yang aku sukai itu. Untung saja aku belum mencintainya. Jadi, perasaan kecewaku tidak terlalu dalam. Aku juga melihat perubahan Wilson yang lambat laun mulai menyita sedikit perhatianku, dia semakin menampakkan sikapnya yang menurutku lebih dari sekedar teman. dan di tambah lagi waktu aku sering menceritakan orang yang aku sukai itu kepadanya, ada sedikit perubahan raut wajahnya yang menampakkan kecemburuan. Tapi, aku tidak mau berburuk sangka terhadapnya, aku selalu bersikap selayaknya sebagai teman. Karena yang kurasakan saat ini aku nyaman jika hanya menganggapnya sebagai teman.

       Jam menunjukkan pukul 11.34, siang itu aku duduk di dekat pintu Dan di waktu itu aku melihat sosok pria yang sempat aku sukai tersebut membawa wanita ke kamar penginapan yang tak jauh dari penginapanku. Dengan spontanitas air mataku keluar " hmm... emang dasar aku cewek baperan masa gini aja nangis sih, udah tau dia cowok kayak gitu ehh malah di tangisin. Mungkin aku masih memiliki sedikit rasa suka padanya makanya jadi begini, tapi aku salah menyukai orang" kataku sambil memasangkan wajah cemberut yang disertai air mata. aku juga tidak melihat sosok Wilson yang selalu datang menghiburku, ntah kemana sosok yang selalu menjadi penghiburku. Tanpa ku ketahui Wilson sendiri sedang membuatkanku hadiah boneka, yang dimana boneka itu memiliki suaranya tentang perasaan dia padaku. Wilson merencanakan memberikannya lusa setelah dia selesai membuatnya. 

         Malamnya, aku memutuskan untuk ke rumah Wilson karena aku memang membutuhkan sosok dia untuk berbagi cerita. Sebelum sampai di rumahnya, aku sempat meneleponnya. “halo son, kamu dimana sih?! Kenapa satu harian ngilang” tanyaku dengan sedikit kesal. “iya maaf ya aku gak nemenin kamu hari ini, kenapa? kamu gak apa-apakan?” balasnya dengan penuh kecemasan. “aku butuh kamu tau…” kataku yang dimana saat itu air mataku belum bisa berhenti. “kamu nangis ya?” Tanya lagi dengan nada yang agak sedikit tinggi. “nggak kok, kamu sekarang dimana?” jawabku. “udah gak usah bohong lah syah” ucapnya dengan sedikit kesal. “hiks…hiks.. iya son… aku kecewa sama orang yang aku sukai itu son...” balasku dengan air mata yang bercucuran. “sekarang kamu lagi dimana ini?” tanyanya. “aku lagi di luar” balasku. “oik dah jam berapa ini, kok masih diluar” katanya dengan nada yag sedikit cemas. Dan tanpa pikir panjang aku mengetuk pintu rumahnya Wilson. tok tok tok “ehh tunggu ya syah” katanya. Dan tak lama kemudian dia membukakan pintu rumahnya. Dia sedikit kaget melihatku dan aku langsung memeluknya seerat mungkin sambil menangis.” Son… sakit rasanya di giniin” kataku dengan dekapan yang erat terhadapnya.  “syah… tenang yah ada aku disini”. Katanya dengan membalas pelukanku. Aku terpuruk ke dasar pelukkannya. Dan seketika itu perasaanku mulai jatuh, ntah apa yang ada dipikiranku dan yang jelas aku nyaman bersamanya. Dan setelah beberapa jam aku bercerita padanya, Wilson pun mengantarku pulang dengan mobilnya. Namun, boneka yang sudah disiapkannya ternyata sudah di buatnya ke dalam bagasi mobilnya.

          Sesampainya di penginapan aku berpamitan pada Wilson “thanks ya son udah mau dengerin keluh kesahku” kataku padanya. “iya syah santai aja, kamu udah mendingan sekarang?” tanyanya. “udah kok tapi mungkin sementara doang, setidaknya udah ada kamu yang nemenin aku” kataku dengan sedikit mengeluarkan senyum. “yaudah bagus deh, kamu masuk gih gak bagus kena angin malam kelamaan” katanya memerintahku untuk segera masuk kedalam penginapan. Entah kenapa tiba-tiba suasananya agak berbeda karena mendung yang di sertai angin datang mengundang rasa gelisah terhadapku, aku sedikit aneh pada sikap Wilson terhadapku. Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam rumahku dan Wilson sendiri masih tetap menungguku sampai benar-benar masuk kepenginapan. Dan sebelum aku menutup pintu, aku sempat melihat Wilson tersenyum padaku.akhirnya aku tutup pintu dan aku langsung masuk ke dalam kamarku. Setelah itu tanpa sepengetahuanku  Wilson keluar dari mobilnya dan membukakan bagasinya lalu mengambil boneka yang ia siapkan sebelumnya. Lalu ia meletakkan boneka itu ke depan pintu kamar penginapanku dan meninggalkan beberapa tangkai bunga mawar putih. Kemudian ia memutuskan untuk pulang dengan kondisi cuaca yang pada saat itu ekstrem. Tak jauh setelah ia beranjak pergi dari rumahku, Wilson tak terlalu memperhatikan jalanan dikarenakan hujan yang deras sekali. Namun, tiba-tiba tanpa diketahuinya pohon besar yang tepat berada di pinggiran jalan tumbang lalu menimpa mobil yang ia kendarai tersebut, terdapat kata terakhir yang diucapkannya “aku sayang kamu syah…” kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Karena pada saat itu hujan deras jadi tidak ada satupun orang yang melihat kejadiannya, sampai hingga pagi barulah banyak orang yang berhamburan datang untuk melihat Wilson.

        Aku melihat Wilson berdiri tepat di hadapanku dengan kondisi pakaian yang bercucuran darah dan tampak wajahnya sedikit mengeluarkan senyum serta melambaikan tangannya yang perlahan-lahan menjauh dan semakin menjauh. Aku langsung teriak memanggilnya “Wilson! Wilson!” kataku sambil memanggilnya dan ia sama sekali tidak memperdulikan perkataanku dan tak lama ia menghilang. “Wilson jangan pergi” teriakku dan terbangun dari tidurku yang kemudian melihat sekelilingku. “uhh cuman mimpi ternyata” kataku menghela nafas. Karena biasanya aku selalu suka dengan udara pagi, aku memutuskan untuk berjalan ke luar dari kamar. Tiba aku membuka pintu, aku melihat boneka dengan mawar putih dengan kondisi lembab dan kotor akibat hujan yang di sertai angin semalam. “ehh ini boneka dari siapa?” tanyaku heran. “tapi lucu juga sih” lanjutku yang kemudian tak sengaja menekan hidung bonekanya karena memang aku gemes melihatnya. Namun, aku heran karena boneka itu mengeluarkan suara. Lalu aku mendekatkan boneka tersebut ke telingaku dan isinya adalah “syah… aku Wilson orang yang mengagumimu sedangkan kamu mengagumi orang lain. Aku selalu terima cerita kamu mengenai Ardival sampai aku lupa bahwa aku sangat menyanyangimu syah tapi kamu nggak akan pernah tau akan hal itu jika aku tidak memberitahumu lewat ini. Aku memang nggak sesempurna pria yang kamu sukai tapi aku harap kamu bisa nyaman saat denganku. Aku nggak bisa berkata banyak syah yang jelas aku sayang sama kamu walau kamu mungkin hanya menganggapku hanya sebatas teman saja. Aku mau bilang jaga diri baik-baik ya syah jangan terlalu berharap sama Ardival yang aku sendiri disini mengharapkan kamu syah… hehehe ini kejujuranku syah… selamat tinggal bayi kecil… I LOVE YOU”  kata-kata yang sangat membuatku kaget dan terharu “ternyata selama ini… Wilson…” kataku yang hanya mengeluarkan beberapa kata. Tiba-tiba aku melihat orang-orang berlarian ke arah jalan raya yang nggak jauh dari rumahku. Dengan cepat dan perasaan bingung aku menanyakan kepada salah seorang dari mereka, “ada apa ya? Kok pada berlarian semua ke situ sih?” tanyaku. Dan mereka pun menjawab “ada kecelakaan karena pohon tumbang”. Aku semakin penasaran dan ikut bersama mereka untuk melihat kejadiannya. Karena banyaknya orang di sertai juga dengan beberapa polisi di situ rasa penasaranku semakin bertambah. Ku putuskan untuk mendekatkan diri pada lokasi yang sudah di beri garis polisi. Perlahan-lahan aku melihat mobilnya yang aku rasa mobil itu tidak asing dan terlintas di pikiranku jika itu mobil yang di kendarain Wilson semalam. Aku semakin cemas dan panik lalu dengan susah payah aku terobos orang-orang yang menghalangiku, semakin dekat aku pada posisi itu semakin tampak jelas juga wajah Wilson yang pucat disertai cucuran darah dimana-mana. “Wilson!!!” teriakku sambil mencoba mendekap tubuhnya. “bangun Son… kamu bilang kamu sayang sama aku kan? Tapi kenapa kamu pergi setelah kamu jujur sama perasaan kamu son!!!” ucapku yang diiringi air mata yang memang tak bisa ku tahan. “kamu jahat son!! Aku udah mulai nyaman sama kamu son!! Tapi kenapa harus gini sih son!! Bangun son!!” teriakku dengan histeris tanpa memperdulikan orang-orang di sekitarku. Tiba-tiba aku tersadar dari bayanganku di masa lalu, aku melihat sekitarku dan ternyata hujan turun semakin deras saja. Aku tidak bisa menahan air mataku sungguh kesedihan yang amat terdalam."Wilson…. Aku kangen sama kamu" kalimat yang keluar dari mulutku dengan sedikit raut wajahku yang histeris akibat mengingat kejadian yang membuat penyesalanku sampai sekarang.

         Untuk mengenangmu aku menuliskan ini “Untuk kamu lelaki terbaikku… aku sangat merindukanmu, kamu yang ada disaat aku membicarakan orang lain kepadamu. Namun, dengan hati yang tetap tegar kamu terus mendengarkan walau perasaan kamu sakit sesakit sakitnya. Aku merupakan orang terbodoh yang nggak pernah bisa ngerti akan perasaan kamu… aku minta maaf ya untuk seseorang yang menyebutku bayi kecilnya… tenang di sana karena aku akan terus mengenangmu selamanya…” teruntuk kamu iconku ( nama panggilan Wilson)

                                                                    

 

Sekian…

Saturday, April 18, 2020

CINTA DALAM DIAM_Cerpen



CINTA DALAM DIAM
BY : RINDY SARTIKA

            Ada yang bilang “ jika bersahabat antara cowok dan cewek pasti salah satu dari mereka menyimpan perasaan yang lebih dari sekedar sahabat”. Ya, aku rasa itu benar. Namun, banyak orang yang lebih memilih mencintai dalam diam tanpa mengungkapkan apa yang ia rasakan terhadap sahabatnya. Sebab, mereka tidak mau merusak persahabatan mereka hanya karna perasaan mereka.
            Waktu aku duduk di bangku SMA, aku pertama sekali merasakan apa itu yang namanya jatuh cinta dan patah hati. Saat itu aku mempunyai sahabat yang bernama Rangga dan Salsa. Mereka kedua sahabatku, mereka adalah orang yang membuat aku tidak bosan ketika lagi sekolah. Salsa adalah teman sebangku aku dia juga orang yang tau bagaimana isi hati aku. Aku Rangga dan Salsa selalu bertiga. Namun, kalau kami lagi bertiga, Salsa selalu sibuk dengan handphonenya, dia sibuk chattingan dengan pacarnya yang beda sekolah dengan kami. Oleh karena itu, aku dan Rangga lebih sering berdua, sehingga banyak sekali teman-temanku yang  mengira kalau aku dan Rangga berpacaran. Ketika aku berdua dengan Rangga aku merasa nyaman banget, aku merasa aku jatuh cinta sama Rangga. Tapi, aku ga berani mengatakannya kepada Rangga.
Siang hari, saat jam istirahat Rangga mengajak aku ke taman sekolah dan kami duduk dibawah salah satu pohon yang ada dibawah taman itu. Setelah kami duduk tiba-tiba Rangga mengatakan kepadaku bahwa dia sudah berpacaran dengan kak Hawa. Kak Hawa adalah kakak kelas satu tingkat di atas kami. Mendengar Rangga mengatakan itu aku langsung kaget dan berkata pada Rangga.
“ Apa? Kamu pacaran sama kak Hawa? Kok kamu ga pernah cerita sama aku?”. Tanyaku dengan suara kaget
“ Sssttt, kamu pelan-pelan dong ngomongnya sa, ntar kedengaran sama orang tau”. Jawab Rangga
“ Kamu kenapa ga pernah cerita ke aku ngga?”. Tanyaku lagi
“ Aku malu cerita ke kamu sa”. Jawab Rangga
“ Yauda, aku mau ke kelas dulu, semoga kamu bahagia yang sama kak Hawa”.
“ Raisaaaaa”. Panggil Rangga
            Ketika Rangga memanggilku, aku tidak menjawab panggilan Rangga, aku tetap berjalan menuju kelas tanpa merespon Rangga. Sesampainya aku di kelas, lalu aku duduk dibangku ku dan aku merasakan pada saat itu moodku benar-benar hancur. Rasanya aku tidak terima kalau Rangga pacaran dengan orang lain termasuk kak Hawa. Aku tidak tau kenapa perasaanku tidak karuan seperti ini. Apakah aku jatuh cinta sama Rangga? Sehingga aku tidak suka melihat Rangga sudah mempunyai pacar”. Tanyaku dalam hati
            Keesokan harinya, sesampainya aku di depan gerbang sekolah tiba-tiba Rangga lewat bersama pacarnya, Rangga pun menegurku. Melihat mereka pergi sekolah bareng, semangatku untuk sekolah hari ini pun hilang, rasanya aku tidak ingin melihat mereka berdua lagi.
            Seiiring berjalannya waktu, aku merasa Rangga sudah berubah. Kami sudah tidak seperti dulu lagi, aku dan Rangga sudah seperti orang asing semenjak dia pacaran dengan kak Hawa. Kami yang dulunya selalu berkomunikasi , tetapi sekarang untuk bertegur sapa saja sudah jarng banget. Rangga sibuk dengan pacarnya. Ya, hari-hari Rangga selalu dengan pacarnya. Semenjak itu hari-hariku sudah tidak seperti dulu lagi, tidak lagi menyenangkan, aku terliohat sepert orang yang tidak punya semangat hidup. Sampai pada suatu ketika, Salsa sahabatku  bertanya kepadaku
“ Sa, kamu kenapa kok akhir-akhir ini kamu kebanyakan diam, biasanya kan kamu berisik banget”. Tanya Salsa
“ Gapapa sa, aku cuman lagi kurang enak badan aja kok.” Jawabku
“ Pasti gara-gara Rangga kan sa, kamu jujur aja deh sama aku.” Kata Salsa
“ Kamu apaan sih sal, kok bawa-bawak Rangga segala.” Kataku kepada Salsa
“ Aku tau kamu sal, udah deh kamu jujur aja, kamu cemburu kan Rangga pacaran sama kak Hawa? Itu kan yang membuat kamu da semangat akhir-akhir ini.” Tanya salsa
            Aku tidak menjawab pertanyaan Salsa, aku hanya diam dan aku tidak tau haru jawab apa. Melihat aku diam, lalu Salsa kembali berkata padaku.
“ Udah lah sa, ngapain sih kamu mikirin meraka terus, ga penting banget tau sal, masih banyak cowo diluar sana yang lebih dari Rangga.” Kata Salsa
“ Apa sih sal, siapa juga yang mikirin Rangga.” Sahutku
            Tiba-tiba bel pulang sekolah pun berbunyi, aku dan Salsa pun segera berkemas dan siap-siap untuk pulang. Kemudian, tiba-tiba Rangga menghampiri aku dan Salsa dan dia mengajak kami untuk makan mie ayam depan sekolah
“ Raisa, Salsa, makam mie ayam depan sekolah yuk, bareng Hawa juga.” Ajak Rangga
“ Hmm, keknya aku gabisa deh ngga, aku lagi ga enak badan.” Kataku kepada Rangga
“ Aku juga engga la, males banget ntar aku jadi nyamuk.” Kata Salsa
“ Yauda yuk sa kita pulang, bye ngga.” Kata Salsa lagi
“ Aku balik ya ngga.” Kataku pada Rangga
“ Iya sa, hati-hati ya.” Sahut Rangga
            Setelah beberapa bulan kemudian, aku menjalani hari-hariku tanpa Rangga, aku pun mulai terbiasa dengan hubungan Rangga dengan kak Hawa. Namun, pada saat itu aku sudah jarang melihat Rangga dan kak Hawa jalan berdua, aku merasa ada yang aneh dengan hubungan mereka. Tiba-tiba Salsa menghampiriku dan dia berkata
“ Raisa, kamu tau ga Rangga dan kak Hawa sudah putus.” Tanya Salsa
“ Terus, kenapa kamu bilang samaku sal.” Sahutku
“ kamu ga senang apa kalau mereka putus, kan kamu jadi ada peluang buat untuk dapetin Rangga.” Kata salsa
“ Apaan sih sal, kamu nih gajelas banget deh.” Kataku
            Mendengar berita itu aku merasakan biasa aja. Aku bingung, harusnya aku senang mereka putus tapi yang aku rasakan hanya biasa saja.
            Keesokan harinya, ternyata salsa tidak masuk karena dia sakit. Tiba-tiba Rangga menghampiri aku dan dia duduk disebalah aku. Lalu, ia berkata kepadaku
“ Aku udah putus sama Hawa sa.” Kata Rangga
“ Kenapa ngga? Kalian ada masalah apa.” Tanyaku
“ Aku capek sama sikap dia sa, sepertinya aku ga cocok sama dia. Maafin aku ya sa, selama aku pacaran sama Hawa aku tidak ada waktu lagi buat kamu. ” Jawab Rangga
“ Gapapa ngga, aku ngerti kok.” Kataku
            Setalah itu, aku dan Rangga kembali lagi seperti dulu, kami kembali berhubungan baik layaknya sahabat.

            “ cinta memang tak harus memiliki, kita tidak bisa memaksakan seseorang jika ia tidak mau kepada kita. Jadilah dewasa untuk tidak bertengkar hanya karna masalah cinta.”



NAMA                        : RINDY SARTIKA
PRODI                        : ILMU EKONOMI/B
STAMBUK                : 2019
KAKAK ASUH         : YAN DANIE SIAHAAN

Tuesday, January 14, 2020

Andaliman Bukan Hanya Menggetarkan Lidah Masyarakat, Tetapi juga Menggetarkan Perekonomian Masyarakat.

Andaliman Bukan Hanya Menggetarkan Lidah Masyarakat, Tetapi juga Menggetarkan Perekonomian Masyarakat.

(Rokanda G. Tondang)


 

       Pembangunan perekonomian Indonesia saat ini sedang giat-giatnya dilaksanakan oleh pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, salah satunya pembangunan perekonomian di bidang pertanian. Memang memajukan sektor perekonomian dibidang Pertanian tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun perekonomian masyarakat dapat terpacu, asalkan para petani mau berinovasi dan membuat terobosan baru. Terutama kepada para petani Andaliman di Sumatera utara (Sumut) oleh masyarakat suku Batak. Nama Andaliman mungkin belum banyak diketahui oleh banyak orang. Andaliman ini adalah nama bumbu masakan khas Batak Toba. 

             Budidaya tanaman Andaliman masih terkendala berbagai faktor, salah satunya sulitnya dalam memperoleh bibit tanaman Andaliman. Banyak masyarakat khususnya masyarakat yang tinggal di pesisiran Danau Toba masih melakukan budidaya tanaman ini secara konvensional yaitu dengan cara pembakaran lahan bekas tanaman Andaliman yang sudah tua. Setelah lahan dibakar, seminggu kemudian bibit bibit Andaliman ini akan tumbuh, dan bibit bibit ini dipindahkan ke areal baru dengan jarak 3 meter setiap batang. Namun bila tanaman ini sengaja untuk dibibitkan ke dalam polibag tanaman ini tidak bisa hidup, dan itu hampir dialami oleh semua para petani andaliman. Bila masyarakat mudah dalam memperoleh bibit pastinya masyarakat lebih mudah dalam pengembangan budidaya tanaman Andaliman ini. Disamping sulitnya Petani untuk memperbanyak bibit tanaman ini, hambatan yang lain juga masih dirasakan para petani. Hambatan itu adalah hama penggerek batang tanaman Andaliman. banyak Para Petani Andaliman saat ini masih sulit untuk mencari pestisida penangkal penggerek batang dan akar tanaman Andaliman. Para Petani Andaliman masih minim pengetahuan tentang teknik teknik budidaya tanaman Andaliman.

          Keistimewaan dari buah Andaliman ini menyebabkan banyak digemari oleh banyak orang karena kekhasannya. Bukan hanya karena kekhasan dari Andaliman ini saja namun menimbulkan tingginya permintaan Andaliman ditengah-tengah masyarakat. tingginya permintaan Andaliman ini tentunya membantu masyakarat untuk lebih mengembangkannya dan dapat menggerakkan perekonomian. Tetapi bagaimana caranya agar terpenuhinya antara permintaan barang dengan ketersediaan barang yang diminta? Inilah hal yang masih sulit untuk dilakukan menyeimbangkan permintaan dengan ketersediaan Andaliman agar terpenuhi.

            Kesuburan tanah Indonesia menghasilkan keragaman hayati yang luar biasa, termasuk tanaman rempah. Di beberapa daerah di Indonesia bahkan terkenal sebagai penghasil rempah yang endemik dan spesifik. Salah satunya adalah rempah Andaliman sebagai rempah yang unik dari bumi Indonesia. Andaliman sebagai rempah andalan sumatera yang jarang ditemui. Tanaman andaliman ini merupakan sejenis rempah yang disebut masyarakat Batak dengan nama Andaliman. Andaliman ini memiliki sebutan yang berbeda-beda di tanah batak. Karena seperti yang kita ketahui Tanah Batak itu sangatlah luas. di Daerah Batak Toba dikenal dengan nama Andaliman. Andaliman banyak di jumpai di Sumatera Utara tepatnya di sekitar Danau Toba, yaitu Dairi, Taput, Tobasa dan beberapa kabupaten lainnya. Tanaman ini sering dipergunakan sebagai bumbu penyedap makanan oleh orang suku Batak dalam menghidangkan makanan khasnya. Sebab andaliman ini adalah bumbu Andalan untuk menyajikan makanan khas batak, bahkan tidak lengkap rasanya jika rasa andaliman tidak ada.

            Tanaman Andaliman yang sangat khas ini sungguh getir bahkan menggetarkan alat pengecap kita, menyebabkan lidah terasa kebal dan dapat meningkatkan nafsu makan. Andaliman ini bukan hanya sebagai bumbu masakan melainkan menjadi solusi untuk permasalahan global seperti penanggulangan kemiskinan. Budidaya tanaman ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan untuk peningkatan perekonomian. keistimewaan dari buah Andaliman ini menyebabkan banyak digemari oleh banyak orang karena kekhasannya. Akan tetapi karena Andaliman sulit berkecambah dan menyebabkan ketersediaan Rempah Andaliman ini membuat berkurangnya pasokan di pasar. Andaliman kini dikenal oleh masyarakat luas, karena Andaliman ini tergolong langka hanya mampu tumbuh di kawasan Danau toba. Andaliman ini dibutuhkan oleh masyarakat luas. Di sisi lain rempah Andaliman ini masih sedikit diperdagangkan di luar daerah asalnya karena berkurangnya pasokan barang untuk dipasarkan. Namun Andaliman ini masih hanya dipergunakan di kalangan wilayah Sumatera Utara. melihat keunikan yang khas dari Rempah Andaliman ini memiliki prospek yang tinggi untuk dipasarkan di seluruh wilayah Indonesia dan tentunya wilayah Luar negeri. Harga Andaliman ini per kilogramnya dijual petani kepada agen berkisar Rp 70.000 s/d Rp 80.000. saat Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, dan Tahun Baru bisa menembus harga 100.000 sampai dengan 200.000 per kilogramnya. Dalam satu pohon bisa menghasilkan Andaliman sebanyak 1-3 kg per batangnya. Bayangkan saja jika kita punya 100 pohon batang Andaliman. dapat mengasilkan 100 kg Andaliman dalam setiap panennya. Maka hasil panen dari Andaliman ini bisa menghasilkan Rp 5.000.000-Rp 10.000.000 dalam setiap panennya. Dari pengembangan tanaman ini tentunya masyarakat dapat meningkatkan perekonomian dan menunjang kesejahteraan para petani Andaliman. tentunya hal ini menjadi solusi bagi para petani untuk lebih mengembangkannya. Jika tanaman tumbuh dengan baik dan bunga tidak terganggu oleh kondisi cuaca maka hasil panen untuk satu batang bisa mencapai 3-5 kg. Pohon Andaliman ini tergolong sangat lama, bisa mencapai 10-15 tahun dan terus bereproduksi. Sehingga tanaman ini sama dengan tanaman keras atau tanaman perkebunan lain seperti kopi. Para petani seharusnya bisa berharap menambah penghasilan dari menanam Andaliman. Tak hanya itu dengan Adanya perkebunan Andaliman maka Pemberdayaan Perempuan bisa dioptimalkan, perempuan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanen Andaliman. ide-ide seperti inilah yang seharusnya perlu untuk lebih dikembangkan oleh masyarakat.

          Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tanaman Andaliman ini merupakan salah satu tanaman yang dapat mengendalikan ekosistem secara khusus di pesisiran Danau Toba. Berbeda dengan tanaman kopi yang dalam pertumbuhannya butuh bermacam-macam strategi, maka Andaliman ini cukup tidak merepotkan dalam proses perawatannya dan dapat dipastikan tidak akan memangsa fauna yang ada di sekitarnya karena Andaliman memiliki pohon berduri dari ujung ke ujung mulai dari batang hingga daun semuanya dipenuhi dengan duri, jadi tidak akan ada hewan yang berani memangsa tanaman Andaliman. Dapat dikatakan bahwa perawatan tanaman Andaliman ini tidak terlalu rumit. Andaliman ini dapat tumbuh dengan tanaman lain diantara semak semak, bahkan mampu bertahan hidup. karena itulah tanaman Andaliman ini bisa menjaga ekosistem lingkungan. Berbeda dengan tanaman tanaman lainnya, Andaliman tidak merusak lingkungan.

       Andaliman juga dikenal dengan julukan merica batak dan digunakan sebagai bumbu masakan batak. Beberapa masakan itu adalah na niarsik (ikan arsik), na tinombur, na niura dan masakan lainnya. Andaliman ini memiliki kesamaan bentuk seperti buah lada. Andaliman juga memiliki keunggulan lain, diantaranya dapat menjadi pengawet alami. Karena dalam Andaliman mengandung senyawa-senyawa yang dapat mengawetkan makanan tanpa efek samping. Hal ini dapat kita lihat dalam pengolahan masakan batak misalnya masakan Na ni arsik( ikan arsik) bisa tahan selama beberapa hari tanpa mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh senyawa tersebut menggangu pertumbuhan bakteri pada makanan. Andaliman ini sungguh memberi banyak manfaat untuk digunakan serta menimbulkan permintaan yang tinggi pada masyarakat.
 
       Maka Andaliman ini cocok sekali untuk lebih dikembangakan oleh masyarakat batak, karena Andaliman ini merupakan salah satu ikon yang cocok untuk diusahakan dan dikembangkan serta berpotensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. tak hanya itu Andaliman juga memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan masyarakat di Sumatera Utara. Dengan pemberian kontribusi yang besar, diharapkan masyarakat lebih mengetahui dan memahami teknik dalam budidaya tanaman ini. Agar masyarakat tidak hanya menjadikannnya sebagai tanaman sampingan namun menjadikan Andaliman sebagai komoditas penghasil tanaman unggulan yang memberi dampak besar terhadap peerekonomian masyarakat. dalam konteks ini pemerintah juga berperan tinggi dalam pemberian bantuan serta menyediakan sarana dan prasarana, bantuan pemasaran, bantuan permodalan, serta bantuan lainnya untuk menunjang pengembangan Andaliman serta dapat memanfaatkan peluang yang sebesar-besarnya agar tujuan untuk mengembangkan usaha tani Andaliman dapat tercapai.






Nama Lengkap : Rokanda G. Tondang
Program Studi  : Pendidikan Bisnis
Stambuk           : 2019
Kakak asuh      : Jonathan Hasugian