CINTA
DALAM DIAM
BY : RINDY SARTIKA
Ada yang
bilang “ jika bersahabat antara cowok dan cewek pasti salah satu dari mereka
menyimpan perasaan yang lebih dari sekedar sahabat”. Ya, aku rasa itu benar.
Namun, banyak orang yang lebih memilih mencintai dalam diam tanpa mengungkapkan
apa yang ia rasakan terhadap sahabatnya. Sebab, mereka tidak mau merusak
persahabatan mereka hanya karna perasaan mereka.
Waktu
aku duduk di bangku SMA, aku pertama sekali merasakan apa itu yang namanya
jatuh cinta dan patah hati. Saat itu aku mempunyai sahabat yang bernama Rangga
dan Salsa. Mereka kedua sahabatku, mereka adalah orang yang membuat aku tidak
bosan ketika lagi sekolah. Salsa adalah teman sebangku aku dia juga orang yang
tau bagaimana isi hati aku. Aku Rangga dan Salsa selalu bertiga. Namun, kalau
kami lagi bertiga, Salsa selalu sibuk dengan handphonenya, dia sibuk chattingan
dengan pacarnya yang beda sekolah dengan kami. Oleh karena itu, aku dan Rangga
lebih sering berdua, sehingga banyak sekali teman-temanku yang mengira kalau aku dan Rangga berpacaran.
Ketika aku berdua dengan Rangga aku merasa nyaman banget, aku merasa aku jatuh
cinta sama Rangga. Tapi, aku ga berani mengatakannya kepada Rangga.
Siang hari, saat jam istirahat Rangga mengajak aku ke
taman sekolah dan kami duduk dibawah salah satu pohon yang ada dibawah taman
itu. Setelah kami duduk tiba-tiba Rangga mengatakan kepadaku bahwa dia sudah
berpacaran dengan kak Hawa. Kak Hawa adalah kakak kelas satu tingkat di atas
kami. Mendengar Rangga mengatakan itu aku langsung kaget dan berkata pada
Rangga.
“ Apa? Kamu pacaran sama kak Hawa? Kok kamu ga pernah
cerita sama aku?”. Tanyaku dengan suara kaget
“ Sssttt, kamu pelan-pelan dong ngomongnya sa, ntar
kedengaran sama orang tau”. Jawab Rangga
“ Kamu kenapa ga pernah cerita ke aku ngga?”. Tanyaku
lagi
“ Aku malu cerita ke kamu sa”. Jawab Rangga
“ Yauda, aku mau ke kelas dulu, semoga kamu bahagia yang
sama kak Hawa”.
“ Raisaaaaa”. Panggil Rangga
Ketika Rangga
memanggilku, aku tidak menjawab panggilan Rangga, aku tetap berjalan menuju
kelas tanpa merespon Rangga. Sesampainya aku di kelas, lalu aku duduk dibangku ku
dan aku merasakan pada saat itu moodku benar-benar hancur. Rasanya aku tidak
terima kalau Rangga pacaran dengan orang lain termasuk kak Hawa. Aku tidak tau
kenapa perasaanku tidak karuan seperti ini. Apakah aku jatuh cinta sama Rangga?
Sehingga aku tidak suka melihat Rangga sudah mempunyai pacar”. Tanyaku dalam
hati
Keesokan
harinya, sesampainya aku di depan gerbang sekolah tiba-tiba Rangga lewat
bersama pacarnya, Rangga pun menegurku. Melihat mereka pergi sekolah bareng,
semangatku untuk sekolah hari ini pun hilang, rasanya aku tidak ingin melihat
mereka berdua lagi.
Seiiring
berjalannya waktu, aku merasa Rangga sudah berubah. Kami sudah tidak seperti
dulu lagi, aku dan Rangga sudah seperti orang asing semenjak dia pacaran dengan
kak Hawa. Kami yang dulunya selalu berkomunikasi , tetapi sekarang untuk
bertegur sapa saja sudah jarng banget. Rangga sibuk dengan pacarnya. Ya,
hari-hari Rangga selalu dengan pacarnya. Semenjak itu hari-hariku sudah tidak
seperti dulu lagi, tidak lagi menyenangkan, aku terliohat sepert orang yang
tidak punya semangat hidup. Sampai pada suatu ketika, Salsa sahabatku bertanya kepadaku
“ Sa, kamu kenapa kok akhir-akhir ini kamu kebanyakan
diam, biasanya kan kamu berisik banget”. Tanya Salsa
“ Gapapa sa, aku cuman lagi kurang enak badan aja kok.”
Jawabku
“ Pasti gara-gara Rangga kan sa, kamu jujur aja deh sama
aku.” Kata Salsa
“ Kamu apaan sih sal, kok bawa-bawak Rangga segala.”
Kataku kepada Salsa
“ Aku tau kamu sal, udah deh kamu jujur aja, kamu cemburu
kan Rangga pacaran sama kak Hawa? Itu kan yang membuat kamu da semangat
akhir-akhir ini.” Tanya salsa
Aku
tidak menjawab pertanyaan Salsa, aku hanya diam dan aku tidak tau haru jawab
apa. Melihat aku diam, lalu Salsa kembali berkata padaku.
“ Udah lah sa, ngapain sih kamu mikirin meraka terus, ga
penting banget tau sal, masih banyak cowo diluar sana yang lebih dari Rangga.”
Kata Salsa
“ Apa sih sal, siapa juga yang mikirin Rangga.” Sahutku
Tiba-tiba
bel pulang sekolah pun berbunyi, aku dan Salsa pun segera berkemas dan
siap-siap untuk pulang. Kemudian, tiba-tiba Rangga menghampiri aku dan Salsa
dan dia mengajak kami untuk makan mie ayam depan sekolah
“ Raisa, Salsa, makam mie ayam depan sekolah yuk, bareng
Hawa juga.” Ajak Rangga
“ Hmm, keknya aku gabisa deh ngga, aku lagi ga enak
badan.” Kataku kepada Rangga
“ Aku juga engga la, males banget ntar aku jadi nyamuk.”
Kata Salsa
“ Yauda yuk sa kita pulang, bye ngga.” Kata Salsa lagi
“ Aku balik ya ngga.” Kataku pada Rangga
“ Iya sa, hati-hati ya.” Sahut Rangga
Setelah
beberapa bulan kemudian, aku menjalani hari-hariku tanpa Rangga, aku pun mulai
terbiasa dengan hubungan Rangga dengan kak Hawa. Namun, pada saat itu aku sudah
jarang melihat Rangga dan kak Hawa jalan berdua, aku merasa ada yang aneh
dengan hubungan mereka. Tiba-tiba Salsa menghampiriku dan dia berkata
“ Raisa, kamu tau ga Rangga dan kak Hawa sudah putus.”
Tanya Salsa
“ Terus, kenapa kamu bilang samaku sal.” Sahutku
“ kamu ga senang apa kalau mereka putus, kan kamu jadi
ada peluang buat untuk dapetin Rangga.” Kata salsa
“ Apaan sih sal, kamu nih gajelas banget deh.” Kataku
Mendengar
berita itu aku merasakan biasa aja. Aku bingung, harusnya aku senang mereka
putus tapi yang aku rasakan hanya biasa saja.
Keesokan
harinya, ternyata salsa tidak masuk karena dia sakit. Tiba-tiba Rangga
menghampiri aku dan dia duduk disebalah aku. Lalu, ia berkata kepadaku
“ Aku udah putus sama Hawa sa.” Kata Rangga
“ Kenapa ngga? Kalian ada masalah apa.” Tanyaku
“ Aku capek sama sikap dia sa, sepertinya aku ga cocok
sama dia. Maafin aku ya sa, selama aku pacaran sama Hawa aku tidak ada waktu
lagi buat kamu. ” Jawab Rangga
“ Gapapa ngga, aku ngerti kok.” Kataku
Setalah
itu, aku dan Rangga kembali lagi seperti dulu, kami kembali berhubungan baik
layaknya sahabat.
“ cinta
memang tak harus memiliki, kita tidak bisa memaksakan seseorang jika ia tidak
mau kepada kita. Jadilah dewasa untuk tidak bertengkar hanya karna masalah
cinta.”
NAMA :
RINDY SARTIKA
PRODI :
ILMU EKONOMI/B
STAMBUK :
2019
KAKAK ASUH :
YAN DANIE SIAHAAN
No comments:
Post a Comment