Andaliman Bukan Hanya Menggetarkan Lidah Masyarakat, Tetapi juga Menggetarkan Perekonomian Masyarakat.
(Rokanda G. Tondang)
Pembangunan perekonomian Indonesia saat ini sedang giat-giatnya dilaksanakan oleh pemerintah bersama seluruh rakyat Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, salah satunya pembangunan perekonomian di bidang pertanian. Memang memajukan sektor perekonomian dibidang Pertanian tidak semudah membalikan telapak tangan. Namun perekonomian masyarakat dapat terpacu, asalkan para petani mau berinovasi dan membuat terobosan baru. Terutama kepada para petani Andaliman di Sumatera utara (Sumut) oleh masyarakat suku Batak. Nama Andaliman mungkin belum banyak diketahui oleh banyak orang. Andaliman ini adalah nama bumbu masakan khas Batak Toba.
Budidaya tanaman Andaliman masih terkendala berbagai faktor, salah satunya sulitnya dalam memperoleh bibit tanaman Andaliman. Banyak masyarakat khususnya masyarakat yang tinggal di pesisiran Danau Toba masih melakukan budidaya tanaman ini secara konvensional yaitu dengan cara pembakaran lahan bekas tanaman Andaliman yang sudah tua. Setelah lahan dibakar, seminggu kemudian bibit bibit Andaliman ini akan tumbuh, dan bibit bibit ini dipindahkan ke areal baru dengan jarak 3 meter setiap batang. Namun bila tanaman ini sengaja untuk dibibitkan ke dalam polibag tanaman ini tidak bisa hidup, dan itu hampir dialami oleh semua para petani andaliman. Bila masyarakat mudah dalam memperoleh bibit pastinya masyarakat lebih mudah dalam pengembangan budidaya tanaman Andaliman ini. Disamping sulitnya Petani untuk memperbanyak bibit tanaman ini, hambatan yang lain juga masih dirasakan para petani. Hambatan itu adalah hama penggerek batang tanaman Andaliman. banyak Para Petani Andaliman saat ini masih sulit untuk mencari pestisida penangkal penggerek batang dan akar tanaman Andaliman. Para Petani Andaliman masih minim pengetahuan tentang teknik teknik budidaya tanaman Andaliman.
Keistimewaan dari buah Andaliman ini menyebabkan banyak digemari oleh banyak orang karena kekhasannya. Bukan hanya karena kekhasan dari Andaliman ini saja namun menimbulkan tingginya permintaan Andaliman ditengah-tengah masyarakat. tingginya permintaan Andaliman ini tentunya membantu masyakarat untuk lebih mengembangkannya dan dapat menggerakkan perekonomian. Tetapi bagaimana caranya agar terpenuhinya antara permintaan barang dengan ketersediaan barang yang diminta? Inilah hal yang masih sulit untuk dilakukan menyeimbangkan permintaan dengan ketersediaan Andaliman agar terpenuhi.
Kesuburan tanah Indonesia menghasilkan keragaman hayati yang luar biasa, termasuk tanaman rempah. Di beberapa daerah di Indonesia bahkan terkenal sebagai penghasil rempah yang endemik dan spesifik. Salah satunya adalah rempah Andaliman sebagai rempah yang unik dari bumi Indonesia. Andaliman sebagai rempah andalan sumatera yang jarang ditemui. Tanaman andaliman ini merupakan sejenis rempah yang disebut masyarakat Batak dengan nama Andaliman. Andaliman ini memiliki sebutan yang berbeda-beda di tanah batak. Karena seperti yang kita ketahui Tanah Batak itu sangatlah luas. di Daerah Batak Toba dikenal dengan nama Andaliman. Andaliman banyak di jumpai di Sumatera Utara tepatnya di sekitar Danau Toba, yaitu Dairi, Taput, Tobasa dan beberapa kabupaten lainnya. Tanaman ini sering dipergunakan sebagai bumbu penyedap makanan oleh orang suku Batak dalam menghidangkan makanan khasnya. Sebab andaliman ini adalah bumbu Andalan untuk menyajikan makanan khas batak, bahkan tidak lengkap rasanya jika rasa andaliman tidak ada.
Tanaman Andaliman yang sangat khas ini sungguh getir bahkan menggetarkan alat pengecap kita, menyebabkan lidah terasa kebal dan dapat meningkatkan nafsu makan. Andaliman ini bukan hanya sebagai bumbu masakan melainkan menjadi solusi untuk permasalahan global seperti penanggulangan kemiskinan. Budidaya tanaman ini sangat menjanjikan untuk dikembangkan untuk peningkatan perekonomian. keistimewaan dari buah Andaliman ini menyebabkan banyak digemari oleh banyak orang karena kekhasannya. Akan tetapi karena Andaliman sulit berkecambah dan menyebabkan ketersediaan Rempah Andaliman ini membuat berkurangnya pasokan di pasar. Andaliman kini dikenal oleh masyarakat luas, karena Andaliman ini tergolong langka hanya mampu tumbuh di kawasan Danau toba. Andaliman ini dibutuhkan oleh masyarakat luas. Di sisi lain rempah Andaliman ini masih sedikit diperdagangkan di luar daerah asalnya karena berkurangnya pasokan barang untuk dipasarkan. Namun Andaliman ini masih hanya dipergunakan di kalangan wilayah Sumatera Utara. melihat keunikan yang khas dari Rempah Andaliman ini memiliki prospek yang tinggi untuk dipasarkan di seluruh wilayah Indonesia dan tentunya wilayah Luar negeri. Harga Andaliman ini per kilogramnya dijual petani kepada agen berkisar Rp 70.000 s/d Rp 80.000. saat Hari Raya Idul Fitri, Hari Natal, dan Tahun Baru bisa menembus harga 100.000 sampai dengan 200.000 per kilogramnya. Dalam satu pohon bisa menghasilkan Andaliman sebanyak 1-3 kg per batangnya. Bayangkan saja jika kita punya 100 pohon batang Andaliman. dapat mengasilkan 100 kg Andaliman dalam setiap panennya. Maka hasil panen dari Andaliman ini bisa menghasilkan Rp 5.000.000-Rp 10.000.000 dalam setiap panennya. Dari pengembangan tanaman ini tentunya masyarakat dapat meningkatkan perekonomian dan menunjang kesejahteraan para petani Andaliman. tentunya hal ini menjadi solusi bagi para petani untuk lebih mengembangkannya. Jika tanaman tumbuh dengan baik dan bunga tidak terganggu oleh kondisi cuaca maka hasil panen untuk satu batang bisa mencapai 3-5 kg. Pohon Andaliman ini tergolong sangat lama, bisa mencapai 10-15 tahun dan terus bereproduksi. Sehingga tanaman ini sama dengan tanaman keras atau tanaman perkebunan lain seperti kopi. Para petani seharusnya bisa berharap menambah penghasilan dari menanam Andaliman. Tak hanya itu dengan Adanya perkebunan Andaliman maka Pemberdayaan Perempuan bisa dioptimalkan, perempuan bisa mendapatkan penghasilan tambahan dengan memanen Andaliman. ide-ide seperti inilah yang seharusnya perlu untuk lebih dikembangkan oleh masyarakat.
Selain dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tanaman Andaliman ini merupakan salah satu tanaman yang dapat mengendalikan ekosistem secara khusus di pesisiran Danau Toba. Berbeda dengan tanaman kopi yang dalam pertumbuhannya butuh bermacam-macam strategi, maka Andaliman ini cukup tidak merepotkan dalam proses perawatannya dan dapat dipastikan tidak akan memangsa fauna yang ada di sekitarnya karena Andaliman memiliki pohon berduri dari ujung ke ujung mulai dari batang hingga daun semuanya dipenuhi dengan duri, jadi tidak akan ada hewan yang berani memangsa tanaman Andaliman. Dapat dikatakan bahwa perawatan tanaman Andaliman ini tidak terlalu rumit. Andaliman ini dapat tumbuh dengan tanaman lain diantara semak semak, bahkan mampu bertahan hidup. karena itulah tanaman Andaliman ini bisa menjaga ekosistem lingkungan. Berbeda dengan tanaman tanaman lainnya, Andaliman tidak merusak lingkungan.
Andaliman juga dikenal dengan julukan merica batak dan digunakan sebagai bumbu masakan batak. Beberapa masakan itu adalah na niarsik (ikan arsik), na tinombur, na niura dan masakan lainnya. Andaliman ini memiliki kesamaan bentuk seperti buah lada. Andaliman juga memiliki keunggulan lain, diantaranya dapat menjadi pengawet alami. Karena dalam Andaliman mengandung senyawa-senyawa yang dapat mengawetkan makanan tanpa efek samping. Hal ini dapat kita lihat dalam pengolahan masakan batak misalnya masakan Na ni arsik( ikan arsik) bisa tahan selama beberapa hari tanpa mengalami kerusakan. Hal ini disebabkan oleh senyawa tersebut menggangu pertumbuhan bakteri pada makanan. Andaliman ini sungguh memberi banyak manfaat untuk digunakan serta menimbulkan permintaan yang tinggi pada masyarakat.
Maka Andaliman ini cocok sekali untuk lebih dikembangakan oleh masyarakat batak, karena Andaliman ini merupakan salah satu ikon yang cocok untuk diusahakan dan dikembangkan serta berpotensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. tak hanya itu Andaliman juga memberikan kontribusi yang besar terhadap pendapatan masyarakat di Sumatera Utara. Dengan pemberian kontribusi yang besar, diharapkan masyarakat lebih mengetahui dan memahami teknik dalam budidaya tanaman ini. Agar masyarakat tidak hanya menjadikannnya sebagai tanaman sampingan namun menjadikan Andaliman sebagai komoditas penghasil tanaman unggulan yang memberi dampak besar terhadap peerekonomian masyarakat. dalam konteks ini pemerintah juga berperan tinggi dalam pemberian bantuan serta menyediakan sarana dan prasarana, bantuan pemasaran, bantuan permodalan, serta bantuan lainnya untuk menunjang pengembangan Andaliman serta dapat memanfaatkan peluang yang sebesar-besarnya agar tujuan untuk mengembangkan usaha tani Andaliman dapat tercapai.
Nama Lengkap : Rokanda G. Tondang
Program Studi : Pendidikan Bisnis
Stambuk : 2019
Kakak asuh : Jonathan Hasugian