Friday, May 10, 2024

REKAYASA IDE MATKUL PENG. EKONOMI MAKRO

REKAYASA IDE


“MENGANALISIS POLA KONSUMSI MASYARAKAT BERDASARKAN

PENGELUARAN BULANAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19”


Dosen Pengampu:

Prof. Indra Maipita, M.Si., Ph.D.

Munzir, M.Si




DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1
Daffa Arishandi Surya (7223250022)
Darman Syahputa (7221250012)
Kristiani Sitanggang (7222250002)
Maya Schatzi Shahira S (7221250008)
Victoria Ezra Stephani Mendrofa (7222550002)
Yuyun Margareta Lase (7222550003)




PROGRAM STUDI BISNIS DIGITAL
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2023




KATA PENGANTAR

        Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Tugas Rekayasa Ide. Dalam penyelesaian tugas ini, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak merupakan penunjang yang paling penting, agar kami dapat menyelesaikan tugas ini dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.

        Untuk itu kami kelompok 1 mengucapkan terima kasih yang tulus dan sedalam-dalamnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan tugas ini, terutama kepada Bapak dosen Prof. Indra Maipita, M.Si., Ph.D. dan Bapak Munzir, M.Si yang telah memberikan arahan dan dukungan kepada kami. Kami berharap Tugas Rekayasa Ide ini dapat bermanfaat sebaik-baiknya serta dapat menambah wawasan pembaca. Dan penyusun menyadari dalam pembuatan Tugas Rekayasa Ide ini masih banyak kekurangan dan kesalahan, untuk itu penyusun sangat menerima dan terbuka terhadap kritik, saran, dan tanggapan yang membangun agar kedepannya dapat diperbaiki.



Medan, 01 Mei 2023

Penyusun
Kelompok 1


DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR..........................................................................................      2

DAFTAR ISI........................................................................................................      3

BAB 1 PENDAHULUAN...................................................................................      4

A. Latar Belakang.................................................................................................     4

B. Rumusan Masalah............................................................................................     4

C. Tujuan..............................................................................................................      5

D. Manfaat.............................................................................................................     5

BAB II KAJIAN TEORI......................................................................................      6

A. Teori Konsumsi................................................................................................      6

B. Teori Permintaan..............................................................................................      6

BAB III PEMBAHASAN....................................................................................      9

BAB IV PENUTUP..............................................................................................      12

A. Kesimpulan.....................................................................................................       12

B. Saran...............................................................................................................        13

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................     14


BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang

    Masa pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pada pola konsumsi masyarakat. Pandemi ini telah mempengaruhi banyak orang dalam hal pekerjaan, pendapatan, dan pengeluaran, sehingga mengubah cara mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam situasi yang sulit seperti ini, penting bagi para ahli dan peneliti untuk memahami perubahan pola konsumsi masyarakat dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi perubahan tersebut. Salah satu cara untuk memahami hal ini adalah dengan melakukan analisis pola konsumsi berdasarkan pengeluaran bulanan selama masa pandemi. Dengan melakukan analisis pola konsumsi ini, kita dapat mengetahui sejauh mana pandemi COVID-19 telah mempengaruhi perilaku konsumsi masyarakat dan menemukan tren-tren baru yang muncul. Selain itu, analisis ini juga dapat membantu pemerintah dan industri untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mempersiapkan kebijakan dan strategi bisnis yang relevan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, rekayasa ide "Menganalisis Pola Konsumsi Masyarakat Berdasarkan Pengeluaran Bulanan Selama Masa Pandemi" sangat penting dilakukan untuk memahami perubahan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi dan memberikan kontribusi untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.

B. Rumusan Masalah

    Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, dapat dilihat bahwa masa pandemi mengubah hampir seluruh kegiatan masyarakat termasuk kegiatan perekonomian itu sendiri. Dengan kebijakan-kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah dan kegiatan bisnis yang berubah membentuk pola konsumsi yang baru di kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui permasalahan yang terjadi, yaitu:

1. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat selama pandemi?

2.Bagaimana dampak perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap perekonomian dan bisnis?

3.Bagaimana cara pemerintah dan industri dapat menangani perubahan pola konsumsi masyarakat yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19?

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah :

1. Untuk memahami perubahan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19, sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang tren-tren baru dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.

2. Untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19 dan memperluas wawasan tentang dampak pandemi pada aspek sosial dan ekonomi.

D. Manfaat

1. Bagi Peneliti

    Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan meningkatkan ilmu pengetahuan.

2. Lingkungan Akademik

  Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam bahan bacaan bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi, serta sebagai gambaran tentang keadaan sosial ekonomi masyarakat yang sebenarnya dalam kegiatan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19.


BAB II

KAJIAN TEORI

A. Teori Konsumsi

    Teori konsumsi merupakan suatu konsep yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan perilaku konsumen dalam memilih produk atau layanan yang akan dikonsumsi. Teori ini berkaitan dengan keputusan yang diambil oleh konsumen dalam mengeluarkan uang mereka untuk membeli barang atau jasa, dan apa yang memotivasi mereka untuk melakukannya. Salah satu teori konsumsi yang terkenal adalah teori utilitas marginal, yang dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi bernama Alfred Marshall pada abad ke-19. Teori ini menyatakan bahwa konsumen mempertimbangkan besarnya kepuasan yang diperoleh dari setiap tambahan produk atau layanan yang dikonsumsi dalam keputusan konsumsinya. Dalam teori ini, asumsi dasar adalah bahwa konsumen selalu mencari kepuasan maksimal dengan biaya minimal. Fungsi Konsumsi Menurut Keynes Dalam teori konsumsi keynes, konsumsi dipengaruhi oleh pendapatan disposable (pendapatan yang siap dibelanjakan), jika pendapatan disposable meningkat maka konsumsi juga akan meningkat. Namun menurut keynes ada batas minimal konsumsi yang tidak bergantung pada pendapatan, artinya tingkat konsumsi itu harus dipenuhi meskipun tidak ada pendapatan.13 Itulah yang disebut dengan Consumption Otonom atau konsumsi otomatis. Maka muncullah persamaan : C = C0 + bYd.

Keterangan :

C = Consumption atau konsumsi

C0 = Consumption Otonom atau konsumsi otomatis

b = MPC (Marginal Propensity to Consume)

Yd = Pendapatan disposable

B. Teori Permintaan

    Permintaan menurut Kotler (1992: 26) adalah keinginan manusia yang didukung oleh daya beli. Mereka akan membeli produk yang akan memberi kepuasan sesuai dengan jumlah uangnya. Menurut Sukirno (2005: 75), teori permintaan adalah teori yang menerangkan tentang ciri ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga, berdasarkan ciri hubungan dan harga dapat dibuat grafik kurva permintaan.

    Faktor - Faktor yang menentukan permintaan konsumen

a. Harga Barang itu Sendiri

    Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh tingkat harganya. Oleh sebab itu, dalam teori permintaan yang terutama adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan harga barang tersebut. Setelah menganalisis hubungan antara jumlah permintaan dan tingkat harga maka selanjutnya kita boleh mengasumsikan bahwa harga adalah tetap dan kemudian menganalisis bagaimana permintaan suatu barang dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.

b. Harga Barang Lain

    Hubungan antara suatu barang dengan berbagai jenis barang lainnya dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: barang pengganti, barang pelengkap, dan barang netral.

1) Barang Pengganti

    Suatu barang dapat dikatakan sebagai barang pengganti untuk barang lain apabila barang tersebut dapat menggantikan fungsi barang lain. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.

2) Barang Pelengkap

    Apabila suatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan sebagai barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya.

3) Barang Netral

Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya.

c. Pendapatan Masyarakat

    Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapat selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan: barang inferior, barang esensial, barang normal dan barang mewah.

d. Distribusi Pendapatan

    Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai jenis barang. Jumlah pendapatan masyarakat yang tertentu besarnya akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya.

e. Cita Rasa Masyarakat

    Cita rasa masyarakat mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan manusia untuk membeli barang – barang. Cita rasa masyarakat merupakan variabel yang mempengaruhi besar kecilnya permintaan. Selera dan pilihan konsumen terhadap suatu barang bukan saja dipengaruhi oleh struktur umum konsumen, tetapi juga karena faktor adat dan kebiasaan setempat, tingkat pendidikan, atau lainnya

f. Jumlah Penduduk

 Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah suatu permintaan.

g. Ekspektasi Tentang Masa Depan

    Perubahan – perubahan yang diramalkan mengenai keadaan yang pada masa yang akan datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga – harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Dan sebaliknya, apabila ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan. Selain itu, William J. Baumol dan Alan S. Blinder juga menambahkan aspek lain dalam teori permintaan yaitu elastisitas permintaan. Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar perubahan persentase jumlah barang yang diminta ketika harga barang berubah satu persentase. Menurut Baumol dan Blinder, elastisitas permintaan tergantung pada beberapa faktor, seperti ketersediaan barang pengganti, jumlah pendapatan konsumen, dan kebutuhan dasar.


BAB III

PEMBAHASAN

    Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal pola konsumsi masyarakat. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pola konsumsi masyarakat berdasarkan pengeluaran bulanan selama masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19 berdasarkan pengeluaran bulanan, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19. 

    Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi perubahan pola konsumsi adalah adanya pembatasan sosial dan kegiatan di luar rumah yang mengharuskan masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah. Sehingga, kebutuhan akan produk dan layanan yang terkait dengan kegiatan di dalam rumah mengalami peningkatan. 

      Selama pandemi COVID-19, terjadi peningkatan dalam konsumsi bahan makanan, minuman, produk kesehatan, serta teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa faktor sosial seperti status pekerjaan, pendapatan, dan tingkat pendidikan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19. Terdapat perubahan dalam pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19, terutama pada sektor makanan dan minuman. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan permintaan untuk produk-produk makanan dan minuman yang dikemas dan mudah disiapkan di rumah, seperti mi instan, makanan beku, dan minuman kemasan. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor ekonomi seperti pendapatan dan harga produk mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19.

        Namun, terdapat pula faktor yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19 yang bersifat subjektif, seperti kebiasaan dan preferensi konsumen. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pandey dan Tiwari (2021) yang menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19 dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kebutuhan akan kenyamanan dan keamanan. 

        Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan pengeluaran untuk keperluan makanan dan minuman sebesar 14,69% selama pandemi, sementara pengeluaran untuk keperluan rumah tangga meningkat sebesar 12,95%. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji mengalami penurunan sebesar 50%. Namun, di Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa pandemi tidak berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Dalam studinya melibatkan 100 responden dan menemukan bahwa terdapat sedikit perubahan pada pola konsumsi masyarakat selama pandemi. Meskipun demikian, penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan kesehatan dan penurunan pengeluaran untuk kebutuhan hiburan dan rekreasi.

Ada beberapa analisis pengeluaran yang dilakukan selama masa pandemi antara lain:

1. Pengeluaran pada kategori tertentu meningkat: Beberapa kategori pengeluaran seperti makanan, produk kebersihan, dan obat-obatan, mengalami peningkatan selama pandemi karena masyarakat lebih sering berada di rumah dan membutuhkan persediaan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.2.

2. Pengeluaran pada kategori tertentu menurun: Beberapa kategori pengeluaran seperti perjalanan, transportasi, hiburan, dan kegiatan sosial, mengalami penurunan yang signifikan selama pandemi karena pembatasan yang diberlakukan dan kekhawatiran tentang penyebaran virus.

3. Peningkatan pengeluaran online: Selama pandemi, pengeluaran online meningkat pesat karena masyarakat diharuskan untuk mengurangi interaksi fisik dengan orang lain. Banyak orang memilih untuk berbelanja secara online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

4. Penurunan pengeluaran non-esensial: Banyak orang mengurangi pengeluaran mereka pada barang-barang non-esensial selama pandemi, seperti pakaian dan aksesori, karena mereka mengalihkan fokus pengeluaran pada kebutuhan yang lebih penting. 

        Secara keseluruhan, pandemi COVID-19 telah berdampak pada pengeluaran masyarakat di seluruh dunia. Beberapa kategori pengeluaran mengalami peningkatan, sementara yang lain mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, pengeluaran online menjadi semakin populer dan banyak orang mengurangi pengeluaran pada barang-barang non-esensial.

        Dengan mempertimbangkan beberapa hal, baik pemerintah dan industri dapat mengambil beberapa tindakan untuk menangani kelesuhan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Di antaranya adalah

1) Mengoptimalkan teknologi digital: Pemerintah dan industri dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk memfasilitasi pembelian dan pengiriman online, sehingga masyarakat dapat melakukan pembelian kebutuhan sehari-hari secara online dengan mudah dan aman.

2) Memberikan bantuan keuangan: Pemerintah dapat memberikan bantuan keuangan kepada masyarakat yang terdampak pandemi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan membantu mengurangi beban finansial.

3) Memperkuat kerjasama antara pemerintah dan industri: Pemerintah dapat memperkuat kerjasama dengan industri untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi. Hal ini dapat membantu menjamin ketersediaan barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.

4) Memberikan edukasi tentang kesehatan dan kebersihan: Pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan dalam memutus rantai penyebaran virus. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tindakan yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan orang lain.

5) Menyesuaikan strategi pemasaran: Industri dapat menyesuaikan strategi pemasaran mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi. Hal ini dapat meliputi meningkatkan stok pada produk-produk yang paling diminati masyarakat selama pandemi dan mengurangi produksi pada produk yang kurang diminati. Dengan mengambil tindakan-tindakan tersebut, pemerintah dan industri dapat membantu menangani perubahan pola konsumsi masyarakat yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.


BAB IV

PENUTUP

A. Kesimpulan

     Berdasarkan rekayasa ide yang telah dibuat yaitu "Menganalisis Pola Konsumsi Masyarakat Berdasarkan Pengeluaran Bulanan Selama Masa Pandemi Covid-19", dapat diambil kesimpulan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap pola konsumsi masyarakat. Banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan sehingga mempengaruhi pengeluaran bulanan mereka. Hal ini menyebabkan adanya perubahan dalam pola konsumsi masyarakat, seperti perubahan kebiasaan makan, perubahan preferensi produk, dan perubahan perilaku belanja. Dalam menjalankan rekayasa ide ini, akan dibutuhkan data mengenai pengeluaran bulanan masyarakat sebelum dan selama pandemi Covid-19 untuk dianalisis. Hasil analisis dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun kebijakan dan strategi pemasaran yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19. Selain itu, hasil analisis juga dapat membantu sektor usaha untuk menyesuaikan produk dan layanan mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, rekayasa ide ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sektor usaha, dan pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 pada pola konsumsi masyarakat.


B. Saran

        Dalam menyelesaikan Tugas Rekayasa Ide ini, tentu saja masih banyak kekurangan dalam hasil kajian yang dicantumkan. Maka dari itu kami sebagai penyusun berharap untuk penelitian selanjutnya dapat lebih menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat secara lebih mendalam.


DAFTAR PUSTAKA

Wijayanto Gatot, Jushermi Jushermi, Restu Restu, Pramadewi Arwinence. Rama Rovanita. (2022 Juli). Jurnal Sosial dan Teknologi : Pemulihan Ekonomi Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Digitalisasi Markeing Pada Sektor UMKM. (https://doi.org/10.26740/jupe.v9n3.p121-128)

Pradani Eka Febri Rizki, Sarwani Imam, Fikri Rauzyan Ahmad, Firdaus M. (2021 Agustus). Jurnal Pendidikan Ekonomi : Analisis Pengaruh Bantuan Sosial Langsung Tunai (BST) Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Selama Pandemi Covid-19. (https://doi.org/10.36418/jurnalsostech.v2i7.378)


 

TEAM BASED PROJECT MATKUL PENG. EKONOMI MAKRO

 TEAM BASED PROJECT


“Perdagangan Internasional di Era Pandemi - COVID19: Transformasi Digital dan Informasi yang Mendalam”



 

DISUSUN OLEH : KELOMPOK 1

Daffa Arisandhi Surya (7223250022)

Darman Syahputra (7221250012)

Kristiani Sitanggang (7222250002)

Maya Schatzi Shahira Syukron (7221250008)

Victoria Ezra Stephani Mendrofa (7222550002)

Yuyun Margareta Lase (7222550003) 

 

 

PROGRAM STUDI BISNIS DIGITAL

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2023

 



ABSTRAK

    Pandemi covid telah membuat perlambatan dalam berbagai kegiatan termasuk perdagangan internasional. Banyak negara membatasi kegiatan ekspor impor dalam rangka mengurangi penyebaran pandemi. Hal ini menciptakan tantangan baru bagi negara-negara di seluruh dunia. Dengan adanya kebijakan-kebijakan baru, tatanan perdagangan juga ikut berubah dan menimbulkan disrupsi. Disrupsi adalah gangguan terhadap industri yang tidak berjalan semestinya karena adanya kompetitor baru yang jauh lebih efektif dan efisien serta munculnya teknologi baru yang dapat mengubah pasar secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perkembangan teknologi pada masa pandemi mengubah tatanan perdagangan internasional serta permasalahan yang muncul dari perubahan-perubahan yang ada. Metode penelitian yang dilakukan adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder seperti laporan, penelitian, dan buku petunjuk.

Keyword: perdagangan internasional, era pandemi, transformasi digital, ekonomi


PENDAHULUAN

    Pada Akhir tahun 2019 kota Wuhan, China telah menggemparkan dunia dengan kehadiran Coronavirus. Jumlah kasus positif yang meningkat secara eksponensial membuat terhambatnya kegiatan perekonomian di seluruh negara khususnya pada bidang perdagangan antarnegara (ekspor-impor). Selama masa pandemi, kegiatan di seluruh negara dibatasi termasuk hubungan perdagangan antar negara. Banyak negara yang melakukan pembatasan kegiatan yang juga berdampak pada permintaan global barang dan jasa.

    Karena adanya pembatasan dalam kegiatan ekspor dan impor membuat negara-negara kewalahan dalam menstabilkan transaksi barang dan jasa antarnegara dan berdampak pada disrupsi yang kuat. Dari sisi penawaran (supply) dengan adanya kebijakan lockdown dan work from home menyebabkan menurunnya aktivitas produksi tenaga kerja. Kebijakan ini juga mengharuskan pemerintah untuk menutup pelabuhan air dan udara yang menghambat distribusi barang antarnegara.

    Perdagangan internasional pada dasarnya mencakup dua aspek yaitu ekspor dan impor. Ekspor adalah kegiatan mendistribusikan barang dari dalam negeri ke luar negeri berdasarkan ketentuan yang berlaku dan mengharapkan keuntungan atau devisa dari kegiatan tersebut (Setyorani, 2018). Sedangkan impor adalah kebalikan dari ekspor, yaitu kegiatan memasukkan barang dari luar negeri kedalam negeri sesuai dengan ketentuan yang ada. Baik ekspor dan impor adalah kegiatan yang penting bagi negara yang menganut sistem ekonomi terbuka, termasuk Indonesia. Karena dengan selisih antara ekspor dan impor akan menghasilkan devisa bagi negara tersebut.

     Hal ini menyebabkan timbulnya premis dan membuat dasar ekonomi dalam pasar bebas dan validitas dalam perdagangan internasional menjadi tidak meyakinkan. Pendapat dari premis klasik bahwa jika suatu negara melaksanakan suatu bentuk pembagian tenaga kerja dengan memproduksi barang yang mana barang tersebut memiliki biaya peluang yang rendah dan sesuai dengan ketersediaan untuk memproduksi dan juga mengutamakan kebutuhan lain di pasar internasional, maka kesejahteraan sosial di suatu negara akan lebih menguntungkan dan pastinya lebih efektif.


METODE PENELITIAN

    Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan teknik deskriptif. Peneliti melakukan analisis secara mendalam terhadap objek penelitian yaitu Proses Perdagangan Internasional pada saat pandemi dengan transformasi digital. Tahapan pertama yang dilakukan adalah mengumpulkan informasi dan data yang diperlukan dalam penelitian. Selanjutnya peneliti memilih data dan memfokuskan pada pembahasan yang sesuai dengan topik penelitian. Dengan data yang sudah dikumpulkan, selanjutnya peneliti menguraikan fokus permasalahan yang dibahas sesuai dengan data yang sudah ada.


PEMBAHASAN

    Transformasi digital telah mengurangi biaya untuk terlibat dalam perdagangan internasional, memfasilitasi koordinasi rantai nilai global (GVC) , membantu menyebarkan gagasan dan teknologi, serta menghubungkan lebih banyak bisnis dan konsumen secara global. Tetapi meskipun tidak pernah semudah ini untuk terlibat dalam perdagangan internasional, adopsi model bisnis baru telah menimbulkan transaksi perdagangan internasional dan masalah kebijakan yang lebih kompleks.

     Di dunia yang serba cepat dan saling terhubung saat ini, pemerintah menghadapi tantangan peraturan baru, tidak hanya dalam mengelola masalah yang muncul dari disrupsi digital, tetapi juga dalam memastikan bahwa peluang dan manfaat dari perdagangan digital dapat diwujudkan dan dibagikan secara inklusif.

    Meskipun tidak ada definisi perdagangan digital yang diakui dan diterima, ada konsensus yang berkembang bahwa definisi tersebut mencakup transaksi perdagangan barang dan jasa yang dimungkinkan secara digital yang dapat disampaikan secara digital atau fisik, dan yang melibatkan konsumen, perusahaan, dan pemerintah. Artinya, meskipun semua bentuk perdagangan digital dimungkinkan oleh teknologi digital, tidak semua perdagangan digital dilakukan secara digital. Misalnya, perdagangan digital juga melibatkan perdagangan barang dan jasa yang diaktifkan secara digital tetapi disampaikan secara fisik seperti pembelian buku melalui pasar online, atau pemesanan tempat tinggal di apartemen melalui aplikasi yang cocok.

    Mendasari perdagangan digital adalah pergerakan data. Data bukan hanya sarana produksi, tetapi juga merupakan aset yang dapat diperdagangkan dengan sendirinya, dan sarana untuk mengatur GVC dan memberikan layanan. Ini juga mendukung perdagangan fisik secara tidak langsung dengan memungkinkan pelaksanaan fasilitasi perdagangan . Data juga merupakan inti dari model pasokan layanan yang baru dan berkembang pesat seperti komputasi awan, Internet of Things (IoT), dan manufaktur aditif.

    Digitalisasi memberikan peluang baru bagi negara-negara untuk mendapatkan keuntungan dari perdagangan, termasuk mengatasi beberapa konsekuensi COVID-19. Namun, manfaat digitalisasi untuk perdagangan dan perdagangan untuk digitalisasi tidak otomatis. Mereka membutuhkan lingkungan peraturan yang memungkinkan transaksi digital lintas batas sambil memungkinkan pemerintah untuk menanggapi tantangan baru yang ditimbulkan oleh digitalisasi.

    Aspek penting dari lingkungan peraturan yang mendukung perdagangan digital barang dan jasa sudah dicakup oleh aturan dan perjanjian multilateral yang ada di bawah Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). muncul di era digital. Inilah sebabnya mengapa sekelompok Anggota WTO telah memulai diskusi tentang aspek-aspek perdagangan elektronik yang terkait dengan perdagangan di bawah Inisiatif Pernyataan Bersama tentang e-commerce. Inisiatif ini menyentuh beragam masalah, termasuk tanda tangan elektronik dan e-commerce. pembayaran, arus informasi, privasi, perlindungan konsumen, keamanan siber, dan akses pasar.


HASIL DAN ANALISIS

    Digitalisasi meningkatkan skala, cakupan, dan kecepatan perdagangan. Ini memungkinkan perusahaan untuk membawa produk dan layanan baru ke lebih banyak pelanggan yang terhubung secara digital di seluruh dunia. Ini juga memungkinkan perusahaan, terutama yang lebih kecil, untuk menggunakan alat digital baru dan inovatif untuk mengatasi hambatan pertumbuhan, membantu memfasilitasi pembayaran, memungkinkan kolaborasi, menghindari investasi dalam aset tetap melalui penggunaan layanan berbasis cloud, dan menggunakan mekanisme pendanaan alternatif seperti crowdfunding.

        Digitalisasi juga mengubah cara kita berdagang barang. Misalnya, pertumbuhan platform online telah menyebabkan meningkatnya jumlah paket kecil yang dijual lintas batas internasional. Hal ini menimbulkan berbagai masalah bagi pembuat kebijakan, mulai dari pengelolaan fisik perdagangan parcel, hingga implikasi manajemen risiko (seperti terkait dengan barang palsu atau standar biosecurity), dan implikasi pendapatan terkait dengan pemungutan pajak dan tarif.

    Pada saat yang sama, teknologi dan model bisnis baru mengubah cara layanan diproduksi dan dipasok, mengaburkan perbedaan abu-abu antara barang dan jasa dan cara pengiriman dan memperkenalkan kombinasi baru barang dan jasa. Kulkas pintar membutuhkan akses pasar tidak hanya untuk kebaikan, tetapi juga untuk layanan yang disematkan. Dan sebuah artikel yang diproduksi oleh pencetakan 3D, misalnya, mungkin melintasi batas sebagai layanan desain, tetapi menjadi barang bagus saat dikonsumsi. Bersama-sama, isu-isu ini menimbulkan tantangan baru bagi cara pembuatan kebijakan perdagangan dan investasi internasional.

    Perkembangan teknologi yang pesat juga memudahkan maraknya jasa dalam perdagangan lintas batas internasional . Layanan teknologi informasi dan komunikasi membentuk tulang punggung perdagangan digital, menyediakan infrastruktur jaringan yang diperlukan dan mendukung digitalisasi jenis layanan lainnya. Teknologi baru juga telah memfasilitasi munculnya layanan yang diaktifkan secara digital yang didukung oleh berbagai layanan baru yang dibangun di atas solusi inovatif berbasis data seperti komputasi awan.

        Dalam dunia digitalisasi, masalah perdagangan lama mungkin memiliki konsekuensi baru – seperti dampak prosedur perbatasan yang tidak praktis pada perdagangan parsel, atau pembatasan pada layanan yang baru dapat diperdagangkan – dan masalah baru untuk kebijakan perdagangan muncul, seperti perbedaan peraturan antar negara terkait ke arus data. Pemahaman lebih lanjut tentang sifat dan luasnya perubahan ini diperlukan untuk membantu pembuat kebijakan menciptakan lingkungan yang memupuk inovasi dan mempromosikan perdagangan digital barang dan jasa.

    Saat ini, perdagangan dan produksi sangat bergantung pada pemindahan, penyimpanan, dan penggunaan informasi (data) digital yang semakin melintasi perbatasan data memungkinkan koordinasi proses produksi internasional melalui GVC membantu perusahaan kecil mencapai pasar global, dapat menjadi aset yang dapat diperdagangkan, atau saluran untuk memberikan layanan, dan merupakan komponen kunci untuk otomatisasi dalam fasilitasi perdagangan.

    Namun, pertukaran data lintas batas di mana-mana telah menimbulkan kekhawatiran oleh pemerintah dan warga negara tentang beberapa efek samping negatif dari begitu banyak informasi yang dikumpulkan, ditransfer, dan digunakan, seringkali tanpa sepengetahuan subjek data. Kekhawatiran yang terkait dengan privasi dan keamanan, antara lain, telah menyebabkan meningkatnya seruan untuk regulasi Internet yang lebih dalam dan lebih luas serta aliran data yang mendasarinya. Akibatnya, pemerintah memperbarui peraturan terkait data dan semakin mengkondisikan transfer data lintas batas atau mengharuskan data disimpan secara lokal.

    Pembatasan aliran data dapat menimbulkan konsekuensi perdagangan, ketika, misalnya, hal itu mempengaruhi pergerakan data yang sangat penting untuk koordinasi rantai nilai global atau perdagangan internasional Sementara infrastruktur digital seperti Internet lahir secara global, dan menawarkan hal baru peluang bagi perusahaan dari semua ukuran, mereka juga menimbulkan tantangan besar bagi kebijakan di dunia di mana perbatasan dan perbedaan peraturan antar negara tetap ada.


KESIMPULAN DAN SARAN

    Ketika pemerintah mendekati pertanyaan tentang bagaimana mengatur aliran data lintas batas, akan semakin penting bahwa dimensi internasional dan perdagangan dari peraturan data diperiksa secara hati-hati, untuk memastikan bahwa tujuan seperti keterbukaan pasar, perlindungan data pribadi dan kekayaan intelektual. properti, semuanya dipahami, dipertimbangkan, dan diseimbangkan secara komprehensif.

    Perdagangan digital menjanjikan peluang baru bagi perusahaan dari semua ukuran dan individu untuk mendapatkan keuntungan, tetapi juga menimbulkan tantangan baru, terutama untuk pembuatan kebijakan. Dengan meningkatnya kompleksitas transaksi dan permintaan yang lebih besar untuk pengiriman barang dan jasa yang tepat waktu dan 24/7. perdagangan perlu dilakukan lebih cepat untuk memberikan manfaat yang dijanjikannya. Memahami pendorong paradigma baru perdagangan ini adalah kunci untuk mendapatkan bauran kebijakan yang tepat dan menjadikan perdagangan digital lebih inklusif untuk semua.

    Saran peneliti agar lebih mengembangkan perdagangan digital secara internasional, dengan lebih menjaga keamanan data antar negara untuk melalukam perdagangan internasioal secara digital.


DAFTAR PUSTAKA

[1] Nemoto, T. and J. López González (2021), “Digital trade inventory: Rules, standards and principles”, OECD Trade Policy Papers, No. 251, OECD Publishing, Paris https://doi/org/10.1787/9a9821e0-en. (https://www.oecd.org/trade/topics/digital-trade/ )

[2] www-brookings-edu.translate.goog/. “Global Digital Trade 1: Market Opporturnities and Key Foreign Trade Restriction”, Wednesday 12 April 2017. <https://www-brookings-edu.translate.goog/testimonies/global-digital-trade-1-market-opportunities-and-key-foreign-trade-restrictions/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc> [Diakses, Kamis 18 Mei 2023].

[3] dishub.halmaheraselatankab.go.id. “Upaya untuk Mengurangi Dampak Disrupsi Perdagangan Internasional pada Masa Pandemi”, 27 Januari 2021. < https://dishub.halmaheraselatankab.go.id/pages/artikel?ida=1&topik=Upaya-untuk-Mengurangi-Dampak-Disrupsi-Perdagangan-Internasional-pada-Masa-Pandemi>. [Diakses, Kamis 18 Mei 2023].

[4] Di Yuna., R. Zhi., H. Song dan L. Zhang. Development and Influencing Factors of International Trade in Digitally Deliverable Services (2022). Vol 13. https://www-ncbi-nlm-nih-gov.translate.goog/pmc/articles/PMC9171366/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc (https://translate.google.com/website?sl=en&tl=id&hl=id&client=srp&u=https://doi.org/10.3389%252Ffpsyg.2022.908420 )

 

 

 

 

 

CJR MATKUL PENGANTAR EKONOMI MAKRO

 Mata Kuliah: Pengantar Ekonomi Makro

 

 

CRITICAL JOURNAL REVIEW 

“Analisis Konsumsi dan Tabungan Masyarakat di Indonesia”

“Analisis Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi serta Suku Bunga Tabungan Terhadap Jumlah Uang Beredar”

 

 


 


DISUSUN OLEH:

MAYA SCHATZI SHAHIRA SYUKRON

(7221250008)

 

 

DOSEN PENGAMPU:

MUNZIR PHONNA, S.E., M. Si

 

 

 

 

PROGRAM STUDI BISNIS DIGITAL

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

2023

 

 

KATA PENGANTAR

        Puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya, Penulisan Critical Journal Report ini dapat terselesaikan. Adapun judul jurnal yang penulis angkat adalah “Analisis Konsumsi dan Tabungan Masyarakat di Indonesia” dan “Analisis pengaruh konsumsi rumah tangga dan investasi serta suku bunga tabungan terhadap jumlah uang beredar”

        Critical Journal Review ini dibuat bertujuan dengan maksud untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Ekonomi Makro serta menjadikan penambahan wawasan sekaligus pemahaman terhadap materi tersebut. Harapan penyusun dengan penyelesaian penulisan Critical Journal Review ini penyusun semakin memahami tentang bagaimana penulisan Critical Journal Review yang baik dan benar.

        Critical Journal Review ini telah saya (penyusun) susun dengan semaksimal mungkin sehingga dapat menyelesaikan pembuatan CJR ini. Untuk itu penyusun menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan CJR ini, dan penulis juga berterima kasih kepada Bapak selaku dosen pengampu yang memberikan tugas, petunjuk, kepada penyusun yang membantu penyusun dalam menyelesaikan Critical Journal Review ini.

        Akhir kata penyusun berharap Critical Journal Report ini dapat bermanfaat dan dapat di ambil sebagai pelajaran dan pemahaman bagi segenap pihak yang membacanya

 

 

 

 

 

Medan, 20 April 2023

 

 

Penyusun

 

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

IDENTITAS JURNAL

A. IDENTITAS JURNAL UTAMA

B. IDENTITAS JURNAL PEMBANDING

BAB II

KRITIK JURNAL

A. JURNAL UTAMA

B. JURNAL PEMBANDING 3

BAB III 4

PERBANDINGAN JURNAL 4

A. ANALISIS JURNAL 4

Jurnal Utama 4

Jurnal Pembanding 6

B. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN JURNAL 7

Jurnal Utama 7

Jurnal Pembanding 8

DAFTAR PUSTAKA 9

LAMPIRAN



BAB I
PENDAHULUAN

 

IDENTITAS JURNAL

A. IDENTITAS JURNAL UTAMA

Nama Jurnal : Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas Vol 21 No 2(2019)

Judul : Analisis Konsumsi dan Tabungan Masyarakat di Indonesia

Penulis : Engla Desnim Silvia, Rina Susanti

Volume : Vol 21 No.2

Tahun : 2019

ISSN : E-ISSN: 2527-3469 I P-ISSN: 1693-3273

 

B. IDENTITAS JURNAL PEMBANDING

Nama Jurnal : Jurnal KINERJA: Ekonomi dan Manajemen Vol 18 No 4(2021)

Judul : Analisis Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi serta Suku Bunga Tabungan terhadap Jumlah Uang Beredar

Penulis : Arnika, Arifah Busari, Agus Junaidi

Volume : Vol 18 No. 4

Tahun : 2021

ISSN : E-ISSN: 2528-1127672 I P-ISSN: 1907-3011

 

BAB II
KRITIK JURNAL

A. Jurnal Utama

1. Judul jurnal sesuai dengan isinya hanya saja kurang diperjelas dengan pembahsan yang lebih didalam jurnal tersebut

2. Isi abstrak tergambar dengan spesifik dengan pembahasan jurnal, yang juga membahas analisis pada periode sebelumnya

3. Tujuan penelitian ini dipaparkan dengan jelas dibagian abstrak, terdapat 2 tujuan penelitian yang dipaparkan pada abstrak

4. Menurut saya peneitian/isu yang diangkat relavan dan penting karena membahas apa saja dan apakah berpengaruh signifikan antara konsumsi periode sebelumnya dengan pendapatan disposibel periode sekarang, dan pendapatan disposibel periode sebelumnya secara bersama-sama terhadap tingkat konsumsi masyarakat di Indonesia

5. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari lembaga atau instansi yang terkait seperti laporan tahunan, Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), BPS (Badan Pusat Statistik) berbagai edisi. Data seluruh variabel yang akan diteliti ini dimulai dari kuartal I tahun 2001 sampai dengan kuartal IV tahun 2011 dengan jumlah data (n) adalah 44 periode. Metode yang digunakan adalah penelitian sekunder menggunakan data sekunder laporan tahunan, metode ini sesuai dengan tujuan penelitian

6. Tidak ada kesalahan atas fakta penelitian karena metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sekunder yang dipaparkan sangat jelas dengan menggunakan tabel pengolahan data

7. Pembahasan terhadap hasilnya relavan dengan memaparkan tabel hasil pengolahan data. Pada pembahasan juga menjelaskan hasil pada tabel yang dipaparkan dan mengkaitkannya dengan teori dari para ahli ekonom

8. Penulis menggunakan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian yaitu menggunakan data sekunder yang diperoleh dari lembaga atau instansi yang terkait seperti laporan tahunan, Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), BPS (Badan Pusat Statistik) berbagai edisi. Data seluruh variabel yang akan diteliti ini dimulai dari kuartal I tahun 2001 sampai dengan kuartal IV tahun 2011 dengan jumlah data (n) adalah 44 periode.

9. Menurut saya pada bagian pendahuluan sebaiknya lebih disederhanakan dan dipadatkan lagi, tidak perlu terlalu panjang memaparkannya

10. Menurut saya, pada bagian kesimpulan sudah dipaparkan dengan jelas, singkat dan padat yang tidak bertele-tele

 

B. Jurnal Pembanding

1. Judul jurnal sesuai dengan isinya hanya saja pada judul tidak dipaparkan daerah penelitian secara spesisfik. Padahal jurnal tersebut membahas hasil penelitian dari salah satu provinsi di Indonesia, yaitu Kalimantan Timur

2. Isi abstrak tergambar dengan spesifik dengan pembahasan jurnal, pada bagian jurnal dipaparkan daerah penelitiannya, yaitu Kalimantan Timur

3. Tujuan penelitian ini dipaparkan dengan jelas dibagian abstrak, tujuannya untuk menganalisis pengaruh konsumsi rumah tangga dan investasi serta suku bunga tabungan terhadap jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur

4. Menurut saya peneitian/isu yang diangkat relavan dan penting karena membahas apakah konsumsi rumah tangga berpengaruh yang signifikan terhadap jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur, dan agar mengetahui apakah Investasi dan Suku Bunga Tabungan berpengaruh terhadap jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur

5. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Bank Indonesia, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Badan Pusat Statistik Provinai Kalimantan Timur dengan alat analisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Alat bantu yang digunakan adalah Statistical Product and Service Solution Statistic Versi 22.0

6. Tidak ada kesalahan atas fakta penelitian karena metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif data sekunder yang dipaparkan sangat jelas dengan menggunakan tabel pengujian data/asumsi

7. Pembahasan terhadap hasilnya relavan dengan memaparkan tabel hasil pengujian data, penulis menjelaskannya secara detail. Pada pembahasan juga menjelaskan hasil pada tabel yang dipaparkan dan mengkaitkannya dengan teori dari para ahli ekonom

8. Penulis menggunakan kepustakaan yang berkaitan dengan topik penelitian yaitu menggunakan Teori Permintaan dan Penawaran Uang. Dalam penelitian ini keseluruhan data yang digunakan adalah diperoleh melalui studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Data- datanya yaitu, konsumsi rumah tangga bersumber dari badan pusat statistik Provinsi Kalimantan Timur, Investasi dari dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Provinsi Kalimantan Timur dan suku bunga tabungan serta jumlah uang beredar dari bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.

9. Menurut saya jurnal ini sudah cukup bagus, dijelaskan dengan detail dan pembaca juga nyaman memahaminya dengan susunan penulisan yang rapi. Namun, pada bagian judul sebaiknya diperbaiki penulisannya dengan menggunakan EYD yang benar

10. Menurut saya, pada bagian kesimpulan sudah dipaparkan dengan jelas, singkat dan padat yang tidak bertele-tele

 

BAB III
PERBANDINGAN JURNAL

 

A. ANALISIS JURNAL

Jurnal Utama

Latar Belakang

Konsumsi mempunyai hubungan yang erat dengan tingkat tabungan. Dimana tabungan merupakan bagian dari pendapatan yang tidak dikonsumsi atau dibelanjakan. Suku bunga mempengaruhi pengeluaran konsumsi masyarakat melalui tabungan. Semakin tinggi tingkat suku bunga maka semakin besar jumlah uang yang di tabung sehingga semakin kecil jumlah uang yang dibelanjakan untuk dikonsumsi. Begitu pula sebaliknya, sehingga hubungan antara konsumsi dan suku bunga mempunyai hubungan terbalik, dimana peningkatan suku bunga akan mengurangi pola konsumsi masyarakat.

Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian tersebut adalah bahwa Jumlah uang beredar (M1 dan M2) di Indonesia mengalami fluktuasi dan cenderung mengalami peningkatan.

Metode Penelitian:

Variabel

Subjek Penelitian

Prosedur Penelitian

Teknik Sampling

Assesment Data

Variabel dalam penelitian tersebut adalah Konsumsi, Tabungan dan Suku Bunga di Indonesia

Subjek Penelitian tersebut adalah masyarakat di Indonesia (menyeluruh)

Prosedur Penelitian yang dilakukan dalam penelitian tersebut menggunakan penelitian sekunder, yaitu menggunakan data sekunder tahunan dari lembaga SEKI&BPS dengan jumlah data 44 periode

Teknik Sampling yang digunakan adalah Teknik Cluster Sampling: menyeleksi lalu menyaring. Karena yang dipakai data sekunder seluluruh Indonesia sebanyak 44 periode

Assement Data yang dilakukan pada penelitian tersebut adalah data sekunder 44 periode dari Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI), BPS (Badan Pusat Statistik) berbagai edisi.

Tujuan Peneltian

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mengidentifikasi: (1) konsumsi periode sebelumnya, pendapatan disposibel periode sekarang dan pendapatan disposibel periode sebelumnya pada tingkat konumsi di indonesia. (2) pendapatan disposibel periode sekarang, pendapatan disposibel sebelumnya, konsumsi periode sekarang, konsumsi dan suku bunga pada tingkat tabungan periode sekarang di indonesia.

Hasil Penelitian

Adanya pengaruh yang signifikan antara konsumsi periode sebelumnya, pendapatan periode sekarang dan pendapatan periode sebelumnya secara bersama pada tingkat konsumsi di indonesia.

Adanya pengaruh yang signifikan antara pendapatan disposibel sekarang, konsumsi periode sekarang, konsumsi sebelumnya dan suku bunga sekarang secara bersama terhadap tabungan di Indonesia.

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

1. Dari hasil penelitian yang dilakukan, analisis faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi masyarakat di Indonesia, maka diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara konsumsi periode sebelumnya, pendapatan disposibel periode sekarang, dan pendapatan disposibel periode sebelumnya secara bersama-sama terhadap tingkat konsumsi masyarakat di Indonesia.

2. Terdapat pengaruh yang signifikan antara pendapatan disposibel periode sekarang, pendapatan disposibel periode sebelumnya, konsumsi periode sekarang, konsumsi periode sebelumnya dan suku bunga periode sekarang secara bersama-sama terhadap tabungan masyarakat di Indonesia.

Saran

1. Membuat penulisan pada jurnal yang tersusun rapi sehingga pembaca lebih nyaman membacanya

2. Data sekunder yang dipakai lebih baik edisi terbaru walaupun memaparkan puluhan periode

3. Pada bagian pendahuluan penulisannya lebih disederhanakan lagi


Jurnal Pembanding

Latar Belakang

Peneliti mengaitkan motif seseorang dalam memegang uang kedalam beberapa variabel yang cukup berkaitan untuk di teliti lebih lanjut yaitu motif transaksi yang didasari bagaimana seseorang ingin memenuhi kebutuhan hidupnya secara rutin salah satunya dengan Konsumsi Rumah Tangga, motif berjaga-jaga yang artinya keinginan untuk menyimpan atau menginvestasikan supaya dapat digunakan sewaktu waktu atau dalam kehidupan sering dikaitkan dengan Investasi dan motif spekulasi yang artinya ingin mendapatkan suatu manfaat atau keuntungan dari tindakan yang dilakukan berkaitan dengan harapan akan tingkat suku bunga yang ada.

Hipotesis

Hipotesis dalam penelitian tersebut adalah kebijakan dari Bank Sentral, Kebijakan Pemerintah, Pendapatan perkapita, suku bunga, harga barang dan juga kebijakan kredit yang berasal dari pemerintah mempengaruhi jumlah uang yang beredar

Metode Penelitian:

Variabel

Subjek Penelitian

Prosedur Penelitian

Teknik Sampling

Assesment Data

Variabel dalam penelitian tersebut adalah konsumsi rumah tangga, Investasi, dan suku bunga tabungan serta jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur

Subjek Penelitian tersebut adalah salah satu Provinsi Pulau Kalimantan di Indonesia yaitu Provinsi Kalimantan Kalimantan

Prosedur Penelitian yang dilakukan dalam penelitian tersebut menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Bank Indonesia, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Badan Pusat Statistik Provinai Kalimantan Timur dengan alat analisis menggunakan analisis regresi linear berganda.

Teknik Sampling yang digunakan adalah Teknik Systematic Sampling

Assement Data yang dilakukan pada penelitian tersebut adalah diperoleh melalui studi kepustakaan sebagai metode pengumpulan data. Data- datanya yaitu, konsumsi rumah tangga bersumber dari badan pusat statistik Provinsi Kalimantan Timur, Investasi dari dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu Provinsi Kalimantan Timur dan suku bunga tabungan serta jumlah uang beredar dari bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur.

Tujuan Peneltian

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh konsumsi rumah tangga dan investasi serta suku bunga tabungan terhadap jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur.

Hasil Penelitian

Konsumsi rumah tangga berpengaruh yang signifikan terhadap jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur

Investasi dan Suku Bunga Tabungan tidak berpengaruh terhadap jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur

Kesimpulan dan Saran

Kesimpulan

Konsumsi Rumah Tangga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar di Provinsi Kalimantan Timur.

Investasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar di Provinsi Kalimantan Timur.

Suku Bunga Tabungan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Jumlah Uang Beredar di Provinsi Kalimantan Timur.

Saran

1. Memperbaiki penulisan judul dari jurnal tersebut dengan menggunakan EYD yang benar

2. Memperbaiki penataan tulisan dengan lebih memberikan jarak penulisan judul dengan pembahasan/isi

3. Lebih teliti dalam penulisan kata per kata agar tidak typo 

 

B. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN JURNAL

Jurnal Utama

Kelebihan

1. Hasil Penelitian pada jurnal ini sangatlah detail dimana memberikan paparan serta penjelasan yang jelas mengenai permasalahan yang dihadapi

2. Menujukkan hasil yang memuaskan terhadap konsumsi, suku bunga dan tabungan pada periode sebelumnya dan sekarang

3. Memaparkan tabel data dalam penyajian hasil

4. Penyajian data berupa tabel sangat membantu dalam menjelaskan penelitian

5. Kesimpulan yang dipaparkan sangat jelas, singkat, padat dan tidak bertele-tele

6. Terdapat beberapa istilah yang kurang dimengerti bagi kalangan umum tetapi juga memaparkan penjelasannya

7. Setiap penjelasan suatu hal, memaparkan sumber/nama ahli yag berpendapat

Kelemahan

1. Penulisan jurnal yang kurang tersusun/tertata membuat pembaca kurang nyaman

2. Judul jurnal yang kurang luas seperti pembahasan didalam jurnal


Jurnal Pembanding

Kelebihan

1. Hasil Penelitian pada jurnal ini sangatlah detail dimana memberikan paparan serta penjelasan yang jelas mengenai topik yang dibahas

2. Memaparkan histogram data jumlah uang beredar di Provinsi Kalimantan Timur selama 9 tahun

3. Penyajian data berupa tabel dan penjelasannya

4. Terdapat beberapa istilah yang kurang dimengerti bagi kalangan umum tetapi juga memaparkan penjelasannya

5. Penulisan jurnal yang tersusun rapi

Kelemahan

1.  Tidak dipaparkan poin poin seperti [no] yang sangat membantu pembaca memahami bagian dari pembahasan

2. Judul jurnal yang tidak memaparkan daerah penelitian, seperti yang tertera pada abstrak

3. Beberapa kata dalam penulisan terdapat typo

 

DAFTAR PUSTAKA

Silvia. Susanti. (2019). Analisis Konsumsi dan Tabungan Masyarakat di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Dharma Andalas Vol 21 No 2: 154-164. Retrieved from Google Cendekia: http://jurnal.unidha.ac.id/index.php/JEBD/article/view/43 - http://jurnal.unidha.ac.id/ 

Arnika. A, Busari.  A Junaidi. (2021). Analisis Pengaruh Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi serta Suku Bunga Tabungan terhadap Jumlah Uang Beredar. Jurnal KINERJA: Ekonomi dan Manajemen. Vol 18 no 4: 672-679. Retrieved from Google Cendekia: https://journal.feb.unmul.ac.id/index.php/KINERJA/article/view/10559 -  http://journal.feb.unmul.ac.id/index.php/KINERJA