REKAYASA IDE
“MENGANALISIS POLA KONSUMSI MASYARAKAT BERDASARKAN
PENGELUARAN BULANAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19”
Dosen Pengampu:
Prof. Indra Maipita, M.Si., Ph.D.
Munzir, M.Si
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... 2
DAFTAR ISI........................................................................................................ 3
BAB 1 PENDAHULUAN................................................................................... 4
A. Latar Belakang................................................................................................. 4
B. Rumusan Masalah............................................................................................ 4
C. Tujuan.............................................................................................................. 5
D. Manfaat............................................................................................................. 5
BAB II KAJIAN TEORI...................................................................................... 6
A. Teori Konsumsi................................................................................................ 6
B. Teori Permintaan.............................................................................................. 6
BAB III PEMBAHASAN.................................................................................... 9
BAB IV PENUTUP.............................................................................................. 12
A. Kesimpulan..................................................................................................... 12
B. Saran............................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA............................................................................................. 14
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa pandemi COVID-19 telah memberikan dampak yang signifikan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pada pola konsumsi masyarakat. Pandemi ini telah mempengaruhi banyak orang dalam hal pekerjaan, pendapatan, dan pengeluaran, sehingga mengubah cara mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dalam situasi yang sulit seperti ini, penting bagi para ahli dan peneliti untuk memahami perubahan pola konsumsi masyarakat dan faktor-faktor apa yang mempengaruhi perubahan tersebut. Salah satu cara untuk memahami hal ini adalah dengan melakukan analisis pola konsumsi berdasarkan pengeluaran bulanan selama masa pandemi. Dengan melakukan analisis pola konsumsi ini, kita dapat mengetahui sejauh mana pandemi COVID-19 telah mempengaruhi perilaku konsumsi masyarakat dan menemukan tren-tren baru yang muncul. Selain itu, analisis ini juga dapat membantu pemerintah dan industri untuk mengambil keputusan yang tepat dalam mempersiapkan kebijakan dan strategi bisnis yang relevan dengan kondisi saat ini. Oleh karena itu, rekayasa ide "Menganalisis Pola Konsumsi Masyarakat Berdasarkan Pengeluaran Bulanan Selama Masa Pandemi" sangat penting dilakukan untuk memahami perubahan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi dan memberikan kontribusi untuk mengatasi masalah sosial dan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, dapat dilihat bahwa masa pandemi mengubah hampir seluruh kegiatan masyarakat termasuk kegiatan perekonomian itu sendiri. Dengan kebijakan-kebijakan baru yang dibuat oleh pemerintah dan kegiatan bisnis yang berubah membentuk pola konsumsi yang baru di kalangan masyarakat. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan guna mengetahui permasalahan yang terjadi, yaitu:
1. Faktor-faktor apa yang mempengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat selama pandemi?
2.Bagaimana dampak perubahan pola konsumsi masyarakat terhadap perekonomian dan bisnis?
3.Bagaimana cara pemerintah dan industri dapat menangani perubahan pola konsumsi masyarakat yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1. Untuk memahami perubahan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19, sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang tren-tren baru dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
2. Untuk mengembangkan pengetahuan dan pemahaman tentang pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19 dan memperluas wawasan tentang dampak pandemi pada aspek sosial dan ekonomi.
D. Manfaat
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan meningkatkan ilmu pengetahuan.
2. Lingkungan Akademik
Hasil Penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam bahan bacaan bagi mahasiswa Universitas Negeri Medan khususnya bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi, serta sebagai gambaran tentang keadaan sosial ekonomi masyarakat yang sebenarnya dalam kegiatan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Teori Konsumsi
Teori konsumsi merupakan suatu konsep yang digunakan untuk memahami dan menjelaskan perilaku konsumen dalam memilih produk atau layanan yang akan dikonsumsi. Teori ini berkaitan dengan keputusan yang diambil oleh konsumen dalam mengeluarkan uang mereka untuk membeli barang atau jasa, dan apa yang memotivasi mereka untuk melakukannya. Salah satu teori konsumsi yang terkenal adalah teori utilitas marginal, yang dikemukakan oleh seorang ahli ekonomi bernama Alfred Marshall pada abad ke-19. Teori ini menyatakan bahwa konsumen mempertimbangkan besarnya kepuasan yang diperoleh dari setiap tambahan produk atau layanan yang dikonsumsi dalam keputusan konsumsinya. Dalam teori ini, asumsi dasar adalah bahwa konsumen selalu mencari kepuasan maksimal dengan biaya minimal. Fungsi Konsumsi Menurut Keynes Dalam teori konsumsi keynes, konsumsi dipengaruhi oleh pendapatan disposable (pendapatan yang siap dibelanjakan), jika pendapatan disposable meningkat maka konsumsi juga akan meningkat. Namun menurut keynes ada batas minimal konsumsi yang tidak bergantung pada pendapatan, artinya tingkat konsumsi itu harus dipenuhi meskipun tidak ada pendapatan.13 Itulah yang disebut dengan Consumption Otonom atau konsumsi otomatis. Maka muncullah persamaan : C = C0 + bYd.
Keterangan :
C = Consumption atau konsumsi
C0 = Consumption Otonom atau konsumsi otomatis
b = MPC (Marginal Propensity to Consume)
Yd = Pendapatan disposable
B. Teori Permintaan
Permintaan menurut Kotler (1992: 26) adalah keinginan manusia yang didukung oleh daya beli. Mereka akan membeli produk yang akan memberi kepuasan sesuai dengan jumlah uangnya. Menurut Sukirno (2005: 75), teori permintaan adalah teori yang menerangkan tentang ciri ciri hubungan antara jumlah permintaan dan harga, berdasarkan ciri hubungan dan harga dapat dibuat grafik kurva permintaan.
Faktor - Faktor yang menentukan permintaan konsumen
a. Harga Barang itu Sendiri
Dalam analisis ekonomi dianggap bahwa permintaan suatu barang terutama dipengaruhi oleh tingkat harganya. Oleh sebab itu, dalam teori permintaan yang terutama adalah hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dengan harga barang tersebut. Setelah menganalisis hubungan antara jumlah permintaan dan tingkat harga maka selanjutnya kita boleh mengasumsikan bahwa harga adalah tetap dan kemudian menganalisis bagaimana permintaan suatu barang dipengaruhi oleh berbagai faktor lainnya.
b. Harga Barang Lain
Hubungan antara suatu barang dengan berbagai jenis barang lainnya dapat dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu: barang pengganti, barang pelengkap, dan barang netral.
1) Barang Pengganti
Suatu barang dapat dikatakan sebagai barang pengganti untuk barang lain apabila barang tersebut dapat menggantikan fungsi barang lain. Harga barang pengganti dapat mempengaruhi permintaan barang yang dapat digantikannya. Sekiranya harga barang pengganti bertambah murah maka barang yang digantikannya akan mengalami pengurangan dalam permintaan.
2) Barang Pelengkap
Apabila suatu barang selalu digunakan bersama dengan barang lainnya, maka barang tersebut dinamakan sebagai barang pelengkap kepada barang lain tersebut. Kenaikan atau penurunan permintaan terhadap barang pelengkap selalu sejalan dengan perubahan permintaan barang yang digenapinya.
3) Barang Netral
Apabila dua macam barang tidak mempunyai hubungan yang rapat maka perubahan terhadap permintaan salah satu barang tersebut tidak akan mempengaruhi permintaan barang lainnya.
c. Pendapatan Masyarakat
Pendapatan para pembeli merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan corak permintaan terhadap berbagai barang. Perubahan pendapat selalu menimbulkan perubahan terhadap permintaan berbagai jenis barang. Berdasarkan sifat perubahan permintaan yang berlaku apabila pendapatan berubah, berbagai barang dapat dibedakan menjadi empat golongan: barang inferior, barang esensial, barang normal dan barang mewah.
d. Distribusi Pendapatan
Distribusi pendapatan juga dapat mempengaruhi corak permintaan terhadap berbagai jenis barang. Jumlah pendapatan masyarakat yang tertentu besarnya akan menimbulkan corak permintaan masyarakat yang berbeda apabila pendapatan tersebut diubah corak distribusinya.
e. Cita Rasa Masyarakat
Cita rasa masyarakat mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap keinginan manusia untuk membeli barang – barang. Cita rasa masyarakat merupakan variabel yang mempengaruhi besar kecilnya permintaan. Selera dan pilihan konsumen terhadap suatu barang bukan saja dipengaruhi oleh struktur umum konsumen, tetapi juga karena faktor adat dan kebiasaan setempat, tingkat pendidikan, atau lainnya
f. Jumlah Penduduk
Pertambahan penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan permintaan. Tetapi biasanya pertambahan penduduk diikuti oleh perkembangan dalam kesempatan kerja. Dengan demikian lebih banyak orang yang menerima pendapatan dan ini menambah daya beli dalam masyarakat. Pertambahan daya beli ini akan menambah suatu permintaan.
g. Ekspektasi Tentang Masa Depan
Perubahan – perubahan yang diramalkan mengenai keadaan yang pada masa yang akan datang dapat mempengaruhi permintaan. Ramalan para konsumen bahwa harga – harga akan menjadi bertambah tinggi pada masa depan akan mendorong mereka untuk membeli lebih banyak pada masa kini, untuk menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang. Dan sebaliknya, apabila ramalan bahwa lowongan kerja akan bertambah sukar diperoleh dan kegiatan ekonomi akan mengalami resesi, akan mendorong orang lebih berhemat dalam pengeluarannya dan mengurangi permintaan. Selain itu, William J. Baumol dan Alan S. Blinder juga menambahkan aspek lain dalam teori permintaan yaitu elastisitas permintaan. Elastisitas permintaan mengukur seberapa besar perubahan persentase jumlah barang yang diminta ketika harga barang berubah satu persentase. Menurut Baumol dan Blinder, elastisitas permintaan tergantung pada beberapa faktor, seperti ketersediaan barang pengganti, jumlah pendapatan konsumen, dan kebutuhan dasar.
BAB III
PEMBAHASAN
Pandemi COVID-19 telah mempengaruhi banyak aspek kehidupan manusia, termasuk dalam hal pola konsumsi masyarakat. Pada penelitian ini, dilakukan analisis pola konsumsi masyarakat berdasarkan pengeluaran bulanan selama masa pandemi COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19 berdasarkan pengeluaran bulanan, serta faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19.
Hasil dari penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat selama masa pandemi COVID-19. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi perubahan pola konsumsi adalah adanya pembatasan sosial dan kegiatan di luar rumah yang mengharuskan masyarakat menghabiskan lebih banyak waktu di dalam rumah. Sehingga, kebutuhan akan produk dan layanan yang terkait dengan kegiatan di dalam rumah mengalami peningkatan.
Selama pandemi COVID-19, terjadi peningkatan dalam konsumsi bahan makanan, minuman, produk kesehatan, serta teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa faktor sosial seperti status pekerjaan, pendapatan, dan tingkat pendidikan mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19. Terdapat perubahan dalam pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19, terutama pada sektor makanan dan minuman. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan permintaan untuk produk-produk makanan dan minuman yang dikemas dan mudah disiapkan di rumah, seperti mi instan, makanan beku, dan minuman kemasan. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa faktor ekonomi seperti pendapatan dan harga produk mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19.
Namun, terdapat pula faktor yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19 yang bersifat subjektif, seperti kebiasaan dan preferensi konsumen. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Pandey dan Tiwari (2021) yang menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat selama pandemi COVID-19 dipengaruhi oleh faktor psikologis seperti kebutuhan akan kenyamanan dan keamanan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penurunan pengeluaran untuk keperluan makanan dan minuman sebesar 14,69% selama pandemi, sementara pengeluaran untuk keperluan rumah tangga meningkat sebesar 12,95%. Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa konsumsi makanan cepat saji mengalami penurunan sebesar 50%. Namun, di Provinsi Jawa Timur menunjukkan bahwa pandemi tidak berpengaruh signifikan terhadap pola konsumsi masyarakat. Dalam studinya melibatkan 100 responden dan menemukan bahwa terdapat sedikit perubahan pada pola konsumsi masyarakat selama pandemi. Meskipun demikian, penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pengeluaran untuk kebutuhan kesehatan dan penurunan pengeluaran untuk kebutuhan hiburan dan rekreasi.
Ada beberapa analisis pengeluaran yang dilakukan selama masa pandemi antara lain:
1. Pengeluaran pada kategori tertentu meningkat: Beberapa kategori pengeluaran seperti makanan, produk kebersihan, dan obat-obatan, mengalami peningkatan selama pandemi karena masyarakat lebih sering berada di rumah dan membutuhkan persediaan yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari.2.
2. Pengeluaran pada kategori tertentu menurun: Beberapa kategori pengeluaran seperti perjalanan, transportasi, hiburan, dan kegiatan sosial, mengalami penurunan yang signifikan selama pandemi karena pembatasan yang diberlakukan dan kekhawatiran tentang penyebaran virus.
3. Peningkatan pengeluaran online: Selama pandemi, pengeluaran online meningkat pesat karena masyarakat diharuskan untuk mengurangi interaksi fisik dengan orang lain. Banyak orang memilih untuk berbelanja secara online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.
4. Penurunan pengeluaran non-esensial: Banyak orang mengurangi pengeluaran mereka pada barang-barang non-esensial selama pandemi, seperti pakaian dan aksesori, karena mereka mengalihkan fokus pengeluaran pada kebutuhan yang lebih penting.
Secara keseluruhan, pandemi COVID-19 telah berdampak pada pengeluaran masyarakat di seluruh dunia. Beberapa kategori pengeluaran mengalami peningkatan, sementara yang lain mengalami penurunan yang signifikan. Selain itu, pengeluaran online menjadi semakin populer dan banyak orang mengurangi pengeluaran pada barang-barang non-esensial.
Dengan mempertimbangkan beberapa hal, baik pemerintah dan industri dapat mengambil beberapa tindakan untuk menangani kelesuhan ekonomi yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19. Di antaranya adalah
1) Mengoptimalkan teknologi digital: Pemerintah dan industri dapat mengoptimalkan teknologi digital untuk memfasilitasi pembelian dan pengiriman online, sehingga masyarakat dapat melakukan pembelian kebutuhan sehari-hari secara online dengan mudah dan aman.
2) Memberikan bantuan keuangan: Pemerintah dapat memberikan bantuan keuangan kepada masyarakat yang terdampak pandemi untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dan membantu mengurangi beban finansial.
3) Memperkuat kerjasama antara pemerintah dan industri: Pemerintah dapat memperkuat kerjasama dengan industri untuk mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi. Hal ini dapat membantu menjamin ketersediaan barang-barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat.
4) Memberikan edukasi tentang kesehatan dan kebersihan: Pemerintah dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesehatan dan kebersihan dalam memutus rantai penyebaran virus. Hal ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tindakan yang harus dilakukan untuk melindungi diri dan orang lain.
5) Menyesuaikan strategi pemasaran: Industri dapat menyesuaikan strategi pemasaran mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama pandemi. Hal ini dapat meliputi meningkatkan stok pada produk-produk yang paling diminati masyarakat selama pandemi dan mengurangi produksi pada produk yang kurang diminati. Dengan mengambil tindakan-tindakan tersebut, pemerintah dan industri dapat membantu menangani perubahan pola konsumsi masyarakat yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan rekayasa ide yang telah dibuat yaitu "Menganalisis Pola Konsumsi Masyarakat Berdasarkan Pengeluaran Bulanan Selama Masa Pandemi Covid-19", dapat diambil kesimpulan bahwa pandemi Covid-19 memberikan dampak besar terhadap pola konsumsi masyarakat. Banyak masyarakat yang mengalami penurunan pendapatan sehingga mempengaruhi pengeluaran bulanan mereka. Hal ini menyebabkan adanya perubahan dalam pola konsumsi masyarakat, seperti perubahan kebiasaan makan, perubahan preferensi produk, dan perubahan perilaku belanja. Dalam menjalankan rekayasa ide ini, akan dibutuhkan data mengenai pengeluaran bulanan masyarakat sebelum dan selama pandemi Covid-19 untuk dianalisis. Hasil analisis dapat digunakan sebagai bahan untuk menyusun kebijakan dan strategi pemasaran yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan masyarakat selama pandemi Covid-19. Selain itu, hasil analisis juga dapat membantu sektor usaha untuk menyesuaikan produk dan layanan mereka agar lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dengan demikian, rekayasa ide ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, sektor usaha, dan pemerintah dalam mengatasi dampak pandemi Covid-19 pada pola konsumsi masyarakat.
B. Saran
Dalam menyelesaikan Tugas Rekayasa Ide ini, tentu saja masih banyak kekurangan dalam hasil kajian yang dicantumkan. Maka dari itu kami sebagai penyusun berharap untuk penelitian selanjutnya dapat lebih menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pola konsumsi masyarakat secara lebih mendalam.
DAFTAR PUSTAKA
Wijayanto Gatot, Jushermi Jushermi, Restu Restu, Pramadewi Arwinence. Rama Rovanita. (2022 Juli). Jurnal Sosial dan Teknologi : Pemulihan Ekonomi Pada Masa Pandemi Covid-19 Melalui Digitalisasi Markeing Pada Sektor UMKM. (https://doi.org/10.26740/jupe.v9n3.p121-128)
Pradani Eka Febri Rizki, Sarwani Imam, Fikri Rauzyan Ahmad, Firdaus M. (2021 Agustus). Jurnal Pendidikan Ekonomi : Analisis Pengaruh Bantuan Sosial Langsung Tunai (BST) Terhadap Pola Konsumsi Masyarakat Selama Pandemi Covid-19. (https://doi.org/10.36418/jurnalsostech.v2i7.378)

No comments:
Post a Comment